Nikmatnya Makan Sambel Wader di Tepi Kolam Besar Peninggalan Majapahit
Berwisata sejarah sekaligus kuliner. Momen istimewa ini bisa anda dapatkan di sekitar Kolam Segaran peninggalan kerajaan Majapahit.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Berwisata sejarah sekaligus kuliner. Momen istimewa ini bisa anda dapatkan di Kolam Segaran, Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kolam Segaran adalah peninggalan kerajaan Majapahit. Panjangnya 375 meter dan lebarnya 125 meter.
Dinding kolam terbuat dari batu-bata setinggi 3,16 meter, sedangkan lebar dinding kolam mencapai 1,6 meter.
Waduk buatan untuk irigasi itu mengukuhkan kenyataan betapa majunya peradaban Majapahit.
Nah, di sekitar kolam itulah, banyak warung yang menyediakan menu ikan wader.
Biasanya pengunjung ramai makan sambel wader Bu Tiin yang berada persis di samping museum Trowulan. Namun sayangnya saat itu warung sambel Wader Bu Tiin tutup.
Sebagai alternatifnya masih ada warung sambel wader Cak Mat yang juga selalu ramai dipenuhi pengunjung. Lokasinya berada persis di depan kolam Segaran Trowulan.
Sambel wader itu disuguhkan secara sederhana diatas cobek plus sambal tomat segar.
Aroma terasi dari sambal wader begitu terasa apalagi ditambah daun kemangi di atasnya.
Rata-rata ikan wader yang disuguhkan itu berukuran kecil-kecil. Ikan wader dibumbui rempah ketumbar dan kunir lalu di goreng garing. Tekstur daging ikan wader begitu renyah.
Gigitan pertama daging ikan wader itu menyatu dengan bumbu rempah. Meski sedikit asin ikan wader ini rasanya sangat pas dimakan dengan nasi hangat dan sambal pedas.
Harga satu menu sambel wader sangat terjangkau. Satu porsi sambel wader plus nasi Rp 13.000.
Menyantap hidangan sambel wader ini paling pas dengan minuman sehat dari rempah kunir.
Siti Maspupah (33) pemilik warung sambel wader Cak Mat mengatakan sambel wader merupakan menu andalannya paling laris dipesan banyak orang.
Seakan menu sambel wader ini telah menjadi ikon khas daerah itu lantaran banyak orang yang berkunjung nke Trowulan untuk menikmati kuliner sambel wader.
"Banyak ya pesan sambel wader. Kalau pengunjung ya kebanyakan dari luar kota yang mampir untuk makan," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/6/2018).

Warung sambel wader Cak Mat ini sudah ada selama 10 tahun. Selain sambel wader ada juga aneka pepes di antaranya pepes wader, kutuk, udang, jeroan, patin dan belut. Harganya relatif murah untuk satu porsi pepes Rp 3000.
"Paling favorit ada menu sambel belut banyak juga dipesan," ungkapnya.
Menjelang lebaran seperti ini pengunjung dari luar kota yang mampir makan di warungnya meningkatkan drastis. Namun disisi lain ia sempat kesulitan mencari bahan baku utama yakni ikan wader yang mulai langka.
Dia harus memperoleh ikan wader dari petani di sekitar Trowulan bahkan kalau pasukan ikan wader minim ia harus mendatangkan dari luar Kota.
"Bahan baku sulit karena lagi tidak musim ikan," jelasnya.
Mubarok (34) pengunjung warung wader biasanya bersama keluarganya dari perjalanan ke Surabaya sengaja mampir ke Trowulan untuk berbuka puasa.
"Sambel wader paling enak dan cocok di lidah ya di Trowulan ini," katanya.
Menurut dia, menu andalannya selain sambel wader ia selalu memesan pepes wader, patin dan belut. Citarasa khas pepes dibungkus daun pisang itu membuatnya ketagihan.
"Masakannya sambel wader ini berbeda sangat sedap jadi selalu makan disini sudah
langganan," pungkasnya.