Pilgub Jatim

Di Soft Opening UMKM, Puti dan Risma Simak Keajaiban Doa dan Kerja Keras

Mengisi masa tenang Pilkada, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Calon Wakil Gubernur Puti Soekarno menghadiri soft opening Rumah Nastar.

Di Soft Opening UMKM, Puti dan Risma Simak Keajaiban Doa dan Kerja Keras
bobby constantine koloway
Mengisi masa tenang Pilkada Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Calon Wakil Gubernur Puti Soekarno menghadiri soft opening Rumah Nastar, di Ketandan Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Mengisi masa tenang Pilkada Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Calon Wakil Gubernur Puti Soekarno menghadiri soft opening Rumah Nastar, di Ketandan Surabaya.

Rumah yang dulu bernama “Diah Cookies” ini semakin melebarkan sayap di era sekarang. Puti dan Risma tiba di lokasi dengan senyum sumringah, Selasa (26/6/2018.

Keduanya disambut Diah Arfianti, yang menggagas bisnis kue kering itu. Perempuan energik itu bisa dibilang berhasil menjawab tantangan jaman. Bahkan, menjelang Idul Fitri kemarin lalu, omzetnya 20.000 toples ludes terjual.

Soft opening Rumah Nastar itu dihadiri juga oleh reseler dan agen-agen Diah Cookies di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Hadir pula warga Ketandan.

Dalam paparan, Diah mensyukuri bisnisnya kian moncer. Ini setelah dirinya bergabung dengan program Pahlawan Ekonomi, yang digagas Wali Kota Risma.

"Saat bergabung “Pahlawan Ekonomi”, keadaan ekonomi saya meningkat luar biasa, alhamdulillah," ungkap Diah, disambut senyum cerah oleh Risma dan Puti Guntur Soekarno.

Diah berkisah, setiap kali mendatangi pameran mesin pembuat kue, ia selalu berdoa. Mohon agar bisa membeli alat itu itu. Suatu saat orderan makin meningkat. Setelah itu, ia bisa membeli mesin kue.

"Inilah keajaiban kerja keras yang dibarengi doa, yang saya alami. Sekarang ini malah sudah punya 2 mesin pembuat kue. Ini merupakan mimpi yang bisa terwujud," kata Diah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, terbentuknya Pahlawan Ekonomi karena banyaknya tumpukan surat di meja kerjanya meminta bantuan usaha dari warga.

"Setelah saya pelajari suratnya, ternyata yang banyak adalah para ibu-ibu yang suaminya tidak cukup memberikan nafkah. Setelah itu saya setiap hari jalan ke Kecamatan. Barulah saya bentuk Pahlawan Ekonomi," kata Risma.

Dari 89 kelompok usaha sekarang jadi 9.500 lebih kelompok. Mereka rata-rata telah berpenghasilan minim Rp 10 juta tiap bukan. "Kita ajari dan dampingi mereka menjadi pengusaha, yang bisnis dengan betul. Juga cara mengelola keuangan dan menabung," terang Risma.

Risma berkata, dengan pendampingan para trainer dan pejuang muda, ibu-ibu rumah tangga yang didampingi telah berkembang luar biasa. Produk-produk mereka laris, diterima masyarakat.

Ibu-ibu itu, kata Risma, telah berkembang dan terampil dalam mengurus cita rasa, kemasan hingga pemasarannya. “Mereka luar biasa pergerakannya. Sekarang ini para ibu-ibu sudah bisa mandiri dan bisa mengajak tetangga kanan kirinya turut bekerja," imbuhnya.

Cawagub Puti Guntur Soekarno hanya mendengar di forum itu. Karena ia sangat menghormati masa tenang di Pilkada Jawa Timur. “Tapi saya takjub. Usaha keras yang dikombinasikan dengan doa yang tulus, hasilnya bisa mewujud dalam hidup keseharian,” kata Puti pada media.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved