Pilkada Kota Malang
Jelang Pilkada Kota Malang 2018, Polisi Tidur di TPS, Ini Tujuannya . . .
AKBP Asfuri yang didampingi Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin juga mengatakan akan memaksimalkan fungsi intelijen
Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Anggota Polri akan bermalam di TPS untuk mengamankan logistik dan TPS menjelang Pilkada Kota Malang yang digelar pada Rabu, 27 Juni 2018.
Hal itu dikatakan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri setelah memimpin Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka PAM TPS Ops Mantap Praja Makota Semeru 2018 di Stadion Gajayana, Selasa (26/8/2018).
"Pagi ini melaksanakan apel pergeseran pasukan yang mana mulai hari ini seluruh personil TNI/Polri langsung melekat ke TPS. Langsung menuju TPS dulu. Pada saat pergeseran kotak suara langsung mengamankan. Tidur di tempat TPS itu," kata Asfuri, Selasa (26/6/2018).
AKBP Asfuri yang didampingi Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin juga mengatakan akan memaksimalkan fungsi intelijen untuk antisipasi dini kerawanan.
"Saat bertugas harus mengenali karakteristik kerawanan di TPS. Untuk titik rawan sampai saat ini belum ada. Tapi semuanya kita anggap rawan sehingga butuh pengamanan ekstra," tegasnya.
Jika ada pelanggaran Pilkada, petugas akan berkoordinasi dengan Panwaslu. Lain halnya jika ada tindakan pelanggaran pidana, maka polisi akan mengamankan.
"Apabila ada pelanggran, melapor ke Panwas untuk dianalisa. Namun akan kami tindak apabila terjadi tindak pidana, di suatu tempat," bebernya.
Sebagai bentuk netralitas, anggota Polri yang bertugas di TPS juga dilarang masuk TPS, mencatat dan mendokumentasikan selama proses pencoblosan berlangsung.
Ada 616 personil Polri. Dari jumlah itu, 465 melaksanakan PAM di TPS, sisanya patroli termasuk membackup jika ada TPS yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Letkol Inf Nurul Yakin meminta agar prajurit yang bertugas di lapangan menjaga sinergitas. Baik kepada Polri, Satpol PP, Linmas dan unsur lainnya.
"Sinergitas harus dijaga sampai ke bawah. Harus jadi prioritas. Jangan sampai mengganggu harmonisasi," perintah Yakin.
Sinergitas itu, kata Yakin sudah dicontohkan oleh para petinggi TNI/Polri. Oleh sebab itu harus dicontoh oleh prajurit sampai tingkatan bawah.
Kata Yakin, sinergitas itu sangat mempengaruhi kinerja sampai tingkatan bawah. Apalagi saat ini kaitannya di Pilkada.
"Dalam hal ini kami juga back up kepolisian. Ada 2 SSK yang sifatnya on call," kata Yakin.
Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengatakan KPU Kota Malang membentuk tiga tim saat hari coblosan. Tiga tim itu adalah Tim Siaga KPU (logistik, teknis, pindah pilih), Tim Entry Data (Entry dan scanning data) serta SATKOM (Tim Satuan Komunikasi Udara). Tim itu dibentuk untuk menangani persoalan jika terdapat permasalahan saat pencoblosan.
"Tim ini berisi internal KPU yang bertugas di kantor," ujar Zaenudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kapolres-malang-kota-akbp-asfuri-dan-dandim-0833kota-malang-letkol-inf-nurul-yakin_20180626_102157.jpg)