Jendela Dunia

Ada Pengiring Jenazah Bayaran di Upacara Pemakaman, Tugasnya Adalah Menangis dan Meratap

Seberapa keras terdengar tangisan dan ratapan menunjukkan seberapa tinggi status sosial almarhum.

Ada Pengiring Jenazah Bayaran di Upacara Pemakaman, Tugasnya Adalah Menangis dan Meratap
BBC video screengrab via Oddity Central.
Ami Dokli (kiri) bersama anggotanya dari kelompok jasa menangis profesional meratap di sebuah upacara pemakaman. 

SURYAMALANG.COM – Suasana duka selalu menyelimuti upacara pemakaman.

Tapi dalam upacara pemakaman di Ghana, ratapan dan berduka menjadi bagian terpenting.

Sebab, seberapa keras terdengar tangisan dan ratapan menunjukkan seberapa tinggi status sosial almarhum.

( Baca juga : Ayu Ting Ting Pamer Warna Rambut Baru, Penampilannya Dibilang Mirip Artis Korea, Lihat Fotonya )

Suasana itu juga bisa untuk menunjukkan seberapa besar orang yang meninggal dicintai keluarganya.

Makanya dilaporkan banyak kelompok pengiring jenazah bayaran di Ghana.

Orang-orang ini dibayar untuk meratap dan menangis di upacara pemakaman.

( Baca juga : Deretan Sang Mantan yang Berpeluang Kembali ke Arema FC di Putaran Kedua Liga 1 )

Di antaranya adalah kelompok pengiring jenazah perempuan pimpinan Ami Dokli.

Ami Dokli mengatakan mayoritas suami anggotanya sudah meninggal.

Dalam wawancara dengan BBC Africa, dikutip oleh Oddity Central Rabu (4/7/2018), Dokli berkata ada keluarga yang tidak bisa menangis ketika kerabatnya meninggal.

( Baca juga : Raffi Ahmad Semangat Ingin Punya Bayi Sampai Salah Ngomong Beli Bayi, Nagita Slavina Bingung )

Jadi, dia mematok bayaran untuk jasa meratap dan menangis ketika berada di pemakaman orang lain.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved