Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026

Jendela Dunia

Setelah Digantung, Penjahat Ini Berakhir Tragis, Kulitnya Diubah Jadi Sepatu dan Tas

Kini sepatu yang terbuat dari kulit Big Nose dipajang di museum. Namun, tas obat yang terbuat dari kulitnya tidak pernah ditemukan.

Tayang:
Editor: Zainuddin
kolase
George Parrot alias Big Nose George, dan sepatu dari kulitnya. 

SURYAMALANG.COM - George Parrott adalah perampok asal Amerika yang hidup pada akhir abad 19.

George Parrot juga dikenal sebagai Big Nose George.

Big Nose dan gengnya terkenal sebagai perampok ulung.

Hampir semua pencurian yang mereka lakukan berhasil.

( Baca juga : Bilqis Anak Ayu Ting Ting Tiru Gaya Mama Dedeh, Cara Ngomongnya Sampai Dibilang Penerus Ayu )

Hal itu menjadikan namanya semakin dikenal.

Suatu hari pada 1878, geng Big Nose memutuskan untuk mencuri harta di kereta milik Union Pacific.

Saat itu kereta sedang membawa gaji milik karyawan.

Geng Big Nose menemukan lintasan yang sepi di dekat Sungai Medicine Bow, Wyoming.

( Baca juga : Sering ke Amerika Nia Daniaty Ternyata Sudah Punya Pacar, Farhat Abbas Ungkap Identitasnya )

Mereka berupaya melonggarkan bantalan rel, dan menunggu kereta tiba.

Namun, pegawai kereta api melihat rel yang rusak tersebut, dan segera memperbaiki kerusakan.

Dia juga melaporkan pada polisi tentang adanya kawanan perampok di lokasi.

Mengetahui jika rencananya terbongkar, Big Nose George dan anak buahnya melarikan diri ke Rattlesnake Canyon di kaki Gunung Elk.

( Baca juga : Cristiano Ronaldo ke Juventus, Si Cantik Ini Dikabarkan Siap Telanjang Menyambutnya )

Dua petugas penegak hukum, Robert Widdowfield dan detektif Union Pacific, Tip Vincent mengejar kawanan itu.

Ketika tiba di Rattlesnake Canyon, petugas melihat abu api unggun yang tergesa-gesa dipadamkan.

Ketika Widdowfield membungkuk untuk memeriksa abu api unggun, tembakan dari semak mengenai wajahnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved