Breaking News:

Malang Raya

Miniatur Moge dari Sampah Botol Plastik Hasil Kreasi Aremania

Botol-botol plastik itu menjadi miniatur lokomotif, helikopter, robot, mobil dan motor

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Mohammad Taufiq Shaleh Saguanto menunjukkan miniatur moge yang ia buat dari sampah botol plastik, Jumat (13/7/2018). 

“Ini bagian dari pembuktianku. Tanpa investor dari siapapun, kita bisa bangkit dari keterpurukan usaha,” ujarnya. 

Menurutnya, uang dari pemodal adalah barang mati. Sementara yang kreatif adalah yang hidup. Oleh sebab itu, manusia yang hiduplah yang bisa menghidupi. Ia mengubah mindset dari ketergantungan terhadap benda mati, seperti uang. Kini justru sebaliknya, uanglah yang datang dengan lancar ke Taufiq.

Awalnya Taufiq tidak seluruhnya menggunakan sampah botol plastik. Sejumlah barang ia gunakan. Namun lama kelamaan, ia mulai konsisten menggunakan botol plastik.

Untuk memenuhi kebutuhannya akan sampah botol plastik, Taufiq pun tidak malu harus memulung sampah botol plastik. Ia sering memulung sampah botol plastik di rumah tetangganya, bahkan di kawasan Jl Soekarno-Hatta hingga kawasan Jl Besar Ijen.

“Ya begitu soalnya sampah botol plastik di rumah sudah habis. Kalau mulung di kawasan Jl Soekarno-Hatta hingga Jl Besar Ijen sana bisa dapat dua karung,” terangnya.

“Kita bukan anak selebritis atau public figure. Ngapain malu? Justru ini bagian dari edukasi agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Saya lebih malu hidup miskin tak berdaya,” imbuhnya.

Keseriusannya mengeluti usaha baru tidak sia-sia. Rekan-rekannya awalnya yang memesan. Perlahan namun pasti, tidak hanya rekan-rekannya, para kolektor pun akhirnya turut memesan. Baik di dalam maupun luar negeri.

Taufiq kini telah memiliki sejumlah karyawan yang membantunya memproduksi barang oleh-oleh itu. Dalam sehari, bisa memproduksi hingga 200 an buah. Dengan begitu, rata-rata setiap minggu minimal Taufiq mendapatkan Rp 5 juta.

Bahkan beberapa waktu lalu ia mendapatkan pemesanan robot yang satu unitnya dihargai Rp 3 juta. Pria kelahiran Malang, 8 Februari 1979 itu menyebut dari usaha barunya itu, kini ia mulai bisa menambal lubang hutang.

“Tahun ini targetnya sudah selesai (melunasi hutang),” katanya optimis.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved