Selasa, 14 April 2026

Piala Dunia

Final Piala Dunia 2018 Perancis Vs Kroasia, Didier Deschamps Punya Sederet Prestasi Gemilang

Didier Deschamps berhasil membawa timnas Perancis menembus final Piala Dunia 2018 di mana mereka akan menghadapi Kroasia, Minggu (15/7/2018)

Editor: eko darmoko
www.theguardian.com
Pelatih dan pemain Perancis, Didier Deschamps dan Kylian Mbappe, di Piala Dunia 2018. 

SURYAMALANG.COM - Tensi tinggi partai final Piala Dunia 2018 antara Perancis dan Kroasia sepertinya tidak membuat pelatih Tim Ayam Jantan, Didier Deschamps, menjadi gentar.

Hal itu lantaran sang pelatih sudah kerap kali melangkah ke laga puncak saat masih aktif sebagai pemain.

Didier Deschamps berhasil membawa timnas Perancis menembus final Piala Dunia 2018 di mana mereka akan menghadapi Kroasia, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.

Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Deschamps adalah pemain aktif yang mempunyai prestasi bagus.

Tercatat, Deschamps pernah memperkuat tim seperti Marseille, Juventus, Chelsea hingga Valencia.

Pelatih 49 tahun ini merupakan pemain langganan yang sering tampil di laga final, baik di level klub maupun level Internasional.

Tensi tinggi partai final Piala Dunia 2018 sepertinya tidak membuat Deschamps gentar lantaran sang pelatih sudah kerap kali melangkah ke laga puncak saat masih aktif sebagai pemain.

Ketika bermain untuk Olympique Marseille pada musim 1992-1993, Deschamps berhasil mengantarkan raksasa Perancis tersebut melaju ke laga final Liga Champions dan berhasil memenanginya setelah menundukkan AC Milan dengan skor tipis 1-0.

Satu tahun kemudian, Deschamps yang dulu berperan sebagai gelandang pengangkut air ini hijrah ke Italia untuk bergabung dengan Juventus.

Di musim keduanya di Juve, Deschamps berhasil membawa Nyonya Tua juara Liga Champions, yakni pada musim 1995-1996.

Pada waktu itu Juventus berhasil menumbangkan Ajax Amsterdam lewat babak tendangan penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga berakhirnya waktu normal.

Selain trofi Liga Champions, Deschamps pada waktu itu juga berhasil berkontribusi besar membawa Juve juara Coppa Italia.

Nasib sial menghampiri Deschamps dan Juventus di dua musim beruntun setelah raihan juara tersebut.

Meskipun pada musim 1996-1997 dan 1997-1998 Juventus mampu menembus final Liga Champions, namun mereka gagal meraih juara dan harus mengikhlaskan trofi Kuping Besar digondol Borussia Dortmund dan Real Madrid.

Mantan pelatih AS Monaco ini lantas melanjutkan kariernya sebagai pemain sepak bola dengan begabung dengan Chelsea.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved