Tulungagung
Punggung Sudah Penuh Luka Usai Hadapi 9 Orang, Anshori Masih Berani Cari Lawan
Imam Basori (45) mengelus lengan kirinya yang terluka memanjang. Namun dengan bangga Imam memamerkan luka itu sembari menyengir.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
Banyak desa di Tulungagung yang mempunyai kelompok warga penggemar tiban.
( Baca juga : Usai Mati Suri, Pria London Ceritakan Pengalamannya Lewat Lukisan yang Bikin Bergidik )
Anshori (35) malah sudah menghadapi sembilan lawan dalam arena tiban.
Meski mempunyai teknik yang bagus, tidak menjamin Anshori luput dari lecutan ujung.
Beberapa luka meneteskan darah terlihat di bagin punggungnya.
“Namanya juga senang. Meski pun sakit seperti tidak dirasakan.”
( Baca juga : Lucunya Arsy Hermansyah Saat Makan Cokelat Raksasa Sampai Kesusahan Buka Bungkusnya )
“Saya sudah sembilan kali tanding. Mau nambah juga, saya masih berani,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Anshori, ada pertandingan tiban di desanya pada pekan depan.
Anshori yakin lukanya sudah sembuh dan bisa turun ke arena.
Bersama warga, dia latihan khusus jurus-jurus tiban.
( Baca juga : Resmi Jadi Pemain Arema FC, Makan Konate Komentari Soal Rivalitas Singo Edan dengan Persib Bandung )
Misalnya, cara melecutkan ujung dan cara menangkis serangan lawan.
Menurutnya, yang paling penting adalah membaca gerakan lengan lawan.
Ke mana lengan lawan mengayun, maka harus diikuti dan diblok atau dihindari.
“Makanya harus melotot fokus melihat lengan musuh.”
( Baca juga : Milan Komentari Soal Petaka yang Dialami Arema FC di 50 Detik Terakhir dalam Laga Kontra PS Tira )
“Lengah sedikit, atau waktu dipukul menutup mata, pasti habis punggung kita,” katanya.
Panitia, Susilo mengatakan peserta berasal dari berbagai desa, hingga ke Trenggalek.