Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang Tidak Membiayai Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor

Panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) tidak menyiapkan anggaran buat tes kesehatan.

Universitas Negeri Malang Tidak Membiayai Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor
Google
Kampus Universitas Negeri Malang (UM) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) tidak menyiapkan anggaran buat tes kesehatan.

Para pendaftar yang akan menanggung  biayanya. Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd, ketua panitia kepada Suryamalang.com Minggu (29/7/2018).

"Tidak kami siapkan anggarannya. Itu kewajiban pendaftar," jelas Ibrahim. Ada beberapa tes dimana balon harus mengeluarkan koceknya. Seperti tes kesehatan jasmani dari RS, sehat rohani, bebas narkoba, zat addictive lainnya dari BNN atau RS pemerintah. Kata dia, jika persyaratan itu dijalankan di RS pemerintah kelas B, biasanya ada semua. Sehingga tidak harus ke BNN untuk bebas narkoba.

Surat keterangan sehat rohani, jasmani dan bebas narkoba itu merupakan bagian dari 17 berkas yang harus dilengkapi balon rektor UM saat mendaftar. Dengan perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Agustus 2018, maka diharapkan kelengkapan berkas balon sudah siap semua.

17 berkas yang diperlukan saat mendaftar sebagai balon rektor UM adalah surat pernyataan kesediaan menjadi balon rektor, fotokopi ijazah S3, daftar riwayat hidup, fotokopi SK pengangkatan jabatan fungsional dan golongan terakhir.

Lalu fotokopi SK pengalaman manajerial, fotokopi penilaian prestasi kerja PNS dua tahun terakhir, fotokopi kartu pegawai dan surat pernyataan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan surat pernyataan tidak pernah melakukan plagiat.

Sampai akhir pekan ini sudah ada empat pendaftar pilrek UM yang telah menyerahkan formulir dan sebagian berkas dan melengkapi berkas sisanya. Mereka adalah Dr Isnandar MT dan Dr Eddy Sutaji MPd. Keduanya dosen Fakultas Teknik UM. Lalu Prof Dr Rofiuddin MPd, petahana rektor UM dan Prof Dawud MPd. Keduanya dari Fakultas Sastra UM.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved