Surabaya
Saat Beraksi, Penjambret ini Mengaku Kadang Ingat Punya Saudara Perempuan
#JAMBRET - Sedikitnya 20 hingga 30 kali sudah melakukan perampasan tas, dompet dan hanphone (HP) di jalanan.
Penulis: fatkhulalami | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Putra Setiawan mengaku sudah puluhan kali beraksi di Surabaya. Pria 24 tahun asal Kupang Gunung, Surabaya ini juga mengakui sekelompok dengan penjambret Lanisya Febriyani (19), mahasiswi Politeknik Negeri Surabaya (PENS), hingga koma.
Putra yang tubuhnya dipenuhi tatto ini bercerita, sudah sejak lama turun ke jalanan menjadi bandit. Sedikitnya 20 hingga 30 kali sudah melakukan perampasan tas, dompet dan hanphone (HP) di jalanan.
“Ya, sudah sering. Sudah sampai 20 hingga 30 kali melakukan, kebanyakan merampas di jalanan,” aku Putra enteng di Mapolsek Bubutan Surabaya, Senin (30/7/2018).
Putra menuturkan, memang pekerjaannya menjambret di beberapa tempat di Surabaya. Kebanyakan aksinya dilakukan bersama teman satu komplotannya pada malam hari. Tapi, jika ada kesempatan, dilakukan siang hari seperti merampas tas dan HP di traffic light (TL) Jl Semarang, Minggu (29/7/2018).
“Saya biasanya naik motor matic, tapi juga pakai motor pinjaman dan dibawa menjambret,” tutur Putra.
Putra yang berambut sedikit gondong itu lalu bercerita soal perampasan tas Lanisya Febriyani di Jl Arjuna, beberapa hari lalu. Saat itu, dia mengaku tidak ikut beraksi.
“Itu yang melakukan teman saya, saya tidak ikut. Memang saya beberapa kali menjambret di Jalan Arjuna,” ucap Putra.
Dalam satu komplotan jambret, Putra menuturkan, ada beberapa anggota yang bergabung. Antara lain Yakus, Tatak, Memet, Antok, Bonen, dan Mat Srondol dan setiap hari turun ke jalananan menjambret.
“Hasil menjambret bisa HP, tas dan dompet. Hasilnya dipakai untuk senang-senang. Dibelikan minum-minuman keras dan ke tempat hiburan,” tutur Putra.
Pria yang tidak sampai sekolah di SLTA ini mengaku sebenarnya kasihan jika korban sampai meninggal dunia atau luka-luka dan masuk rumah sakit karena juga memiliki saudara perempuan.
“Takut dan kasihan juga saya kepada korban, tapi ya bagaimana lagi. Tidak punya pekerjaan dan uang,” pungkas Putra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jambret-mapolsek-bubutan-surabaya_20180730_204916.jpg)