Malang Raya
Kunjungi LK UMM, Anak Muda Taiwan Share Cara Keren Lestarikan Bahasa Daerah
Anak muda zaman now cenderung gengsi memakai bahasa daerah atau yang sering juga disebut bahasa ibu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Anak muda zaman now cenderung gengsi memakai bahasa daerah atau yang sering juga disebut bahasa ibu.
Anak muda lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang sama terjadi juga di Taiwan. Fenomena ini kemudian menarik perhatian Meinong People Assosiation (MPA) Taiwan.
( Baca juga : Kebakaran Landa Hutan di Gunung Panderman dan Gunung Butak )
MPA berupaya membuat anak muda mencintai bahasa daerahnya, yakni Bahasa Hakka.
Anggota MPA, Sabrina mengatakan membuat generasi penerus bangsa mencintai budaya adalah tugas bersama.
“Budaya, termasuk bahasa ibu harus dilestarikan, misalnya, Bahasa Jawa.”
( Baca juga : Pengakuan Sopir Raffi Ahmad Soal Gajinya yang Fantastis, Ditaksir Menyentuh Angka Rp 10 Juta Lebih )
“Sebab, karena anak-anak zaman sekarang cenderung gengsi dan malu menggunakan bahasa daerah.”
“Jika tidak dipakai, bahawa ini akan hilang,” jelas Sabrina dalam Kajian Multidisipliner Komparasi Budaya Masyarakat Taiwan dan Indonesia di Aula BAA Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (18/8/2018).
Selain Sabrina, rombongan yang berjumlah 20 orang tersebut juga ada anak-anak muda yang melestarikan kebudayaan asli suku Hakka, yakni Willy, Jason, Nick dan Ryan.
( Baca juga : 6 Timnas Lolos ke Babak 16 Besar Asian Games 2018, 2 Hal Tentukan Nasib Timnas U-23 Indonesia )
Empat orang ini jatuh cinta setelah coba mengenal budaya Hakka lebih dalam.
“Kami mempelajari Pa in Hakka. Ini adalah alat musik yang mulai ditinggalkan,” ujar Willy.
Sementara itu, Kepala Lembaga Kebudayaan UMM, Dr Daroe Iswatiningsih mengatakan kunjungan MPA ini merupakan tindak lanjut kerja sama UMM dengan berbagai lembaga di Tiongkok.
( Baca juga : Lini Depan Persib dengan Striker Asing dalam 5 Musim Terakhir, Bagaimana Ketika Tanpa Striker Asing? )
Setelah memperkenalkan budaya, 20 orang tersebut akan belajar membatik dan mengenal alat musik gamelan.
“Kami merencanakan pertukaran budaya dalam lingkup yang lebih luas,” kata Daroe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/anggota-meinong-people-assosiation-mpa-taiwan-sabrina_20180818_180603.jpg)