Malang Raya
MORICO : Alat Pembuatan Asap Cair dari Limbah Batok Kelapa dengan Teknologi Disco
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan Morico. Morico merupakan alat pembuatan asap cair grade A menggunakan teknologi Disco.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan Morico.
Morico merupakan alat pembuatan asap cair grade A menggunakan teknologi Distilaton Cyclone (Disco) untuk meningkatkan produktivitas UKM.
Alat iti diciptakan lima mahasiswa UB, yaitu Arsyika Oktaviani (FTP-2015), Sellyan Lorenza Olanda Putri (FTP-2015), Firda Pramesti (FTP-2015), Arta Harianti (FTP-2014), dan M Fathussalam (FTP-2014).
( Baca juga : Kebakaran Landa Hutan di Gunung Panderman dan Gunung Butak )
Di bawah bimbingan dosen Angky Wahyu Putranto, S.TP MP, lima mahasiswa ini menggagas inovasi tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) yang didanai Kemristekdikti.
Inovasi tersebut muncul setelah melihat potensi Kabupaten Malang yang menghasilkan kelapa sebanyak 14.253 ton per tahun.
Diperkirakan limbah batok kelapa yang dihasilkan dari produksi itu sebesar 12 persen atau 1.710 ton.
( Baca juga : Pengakuan Sopir Raffi Ahmad Soal Gajinya yang Fantastis, Ditaksir Menyentuh Angka Rp 10 Juta Lebih )
Arsyka Oktaviani menjelaskan limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan asap cair dengan melakukan proses pembakaran pada batok kelapa.
Asap cair adalah cairan hasil dari proses pembakaran batok kelapa yang dapat diaplikasikan untuk pengawet getah karet, pembasmi hama tanaman (insektisida), hingga pengawet alami makanan pengganti boraks.
Pengolahan asap cair telah dilakukan UKM Putra Tunggal.
( Baca juga : Lini Depan Persib dengan Striker Asing dalam 5 Musim Terakhir, Bagaimana Ketika Tanpa Striker Asing? )
UKM tersebut merupakan satu-satunya UKM yang bergerak di bidang pembuatan asap cair di Kabupaten Malang.
Dalam produksinya, UKM Putra Tunggal menggunakan metode konvensional.
Proses pembuatannya memanfaatkan limbah asap hasil pembakaran batok kelapa sehingga ramah lingkungan.
( Baca juga : 6 Timnas Lolos ke Babak 16 Besar Asian Games 2018, 2 Hal Tentukan Nasib Timnas U-23 Indonesia )
Namun, selama proses pembakaran terjadi kebocoran asap yang cukup tinggi.
UKM tersebut juga masih menggunakan bambu untuk media pengalir asap.
Dengan metode konvensional tersebut, produk yang dihasilkan dari 3 ton batok kelapa berupa asap cair grade C dengan jumlah hanya 50 liter.
( Baca juga : Hotman Paris Akan Beri Uang Rp 25 Juta untuk Anak NTT yang Panjat Tiang Bendera, Buat Jajan Katanya )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mahasiswa-ub-menunjukkan-alat-pembuatan-asap-cair-dari-limbah-batok-kelapa-dengan-teknologi-disco_20180818_172628.jpg)