Senin, 13 April 2026

Malang Raya

PMI Kota Batu Ajukan Dana Rp 2,4 Miliar untuk Bangun Unit Darah

Tahun 2019 PMI Kota Batu mengajukan anggaran sebesar Rp 2,4 Miliar. Anggaran itu jauh lebih besar dari yang diajukan tahun 2018 ini

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Gedung PMI Kota Batu yang saat ini digunakan untuk aktivitas donor darah. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Tahun 2019 PMI Kota Batu mengajukan anggaran sebesar Rp 2,4 Miliar. Anggaran itu jauh lebih besar dari yang diajukan tahun 2018 ini, yakni Rp 244 juta.

Namun sayangnya dari yang diajukan di tahun 2018 itu yang turun hanya Rp 75 juta saja. Oleh karena itu tahun 2019 nanti pihak PMI Kota Batu mengajukan anggaran besar. Tentunya pengajuan anggaran itu untuk peruntukan keperluan unit darah di Batu.

Sekretaris PMI Kota Batu Abdul Muntholib mengatakan pengajuan anggaran yang masuk di dana hibah ini untuk pembangunan unit donor darah (UDD) di Kota Batu.

"Karena sejauh ini kan masih numpang di PMI Kabupaten Malang untuk unit darahnya, fasilitasnya. Sudah saatnya PMI Kota Batu ini memiliki unit darah sendiri," kata Abdul, Senin (20/8/2018).

Ia mengatakan nantinya gedung itu bakal dibangun di Jalan Kartini. Saat ini PMI Batu menggunakan gedung di Jalan Kartini, nantinya gedung itu bakal dibangun untuk UDD Batu. Karena sejauh ini gedung itu juga tidak layak, segala aktivitas donor darah juga dilakukan di gedung lama itu.

"Gedung unit darah nanti ya di sini, digedung lama. Kami berharap tahun 2019 besok sudah mulai bisa membangun gedung yang baru," imbuhnya.

Memang gedung lama itu kurang memadai untuk dijadikan UDD. Sehingga selama ini, wilayah Kota Batu untuk memfasilitasi para pendonor harus mengandalkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang maupun Kabupaten Malang. 

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, PMI Kota Batu telah mengajukan proposal dana hibah untuk UDD. Dana itu akan masuk di Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2019.

“Rencananya PMI Kota Batu ini mengajukan dana hibah ini Rp 2,4 miliar. Anggaran ini tidak diperuntukkan hanya gedung saja, tapi juga untuk dibeli sejumlah fasilitas," kata Punjul.

Beberapa peralatan misalnya blood bank (bank darah), alat screening darah, alat timbang darah, dan memperbaiki ruangan PMI. Di lain hal beberapa warga juga setuju jika fasilitas seperti ruang donor diperbaiki.

Seperti yang diungkapkan Erra, warga Kota Surabaya itu yang kerja di Kota Batu mengaku seharusnya Kota Batu memiliki fasilitas donor.

"Saya baru tiga kali donor di sini. Cuma fasilitas gedungnya saja yang harus diperbaiki. Karena memang kurang layak sih. Apalagi Kota Batu kan Kota Wisata, pasti banyak pengunjung, dan bank darah harus ada," ungkapnya. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved