Blitar

Inilah Tukang Kunci yang Disewa KPK untuk Buka Brankas di Rumah Dinas Wali Kota Blitar

KPK sempat menyewa jasa tukang kunci untuk membuka brankas di rumdin Wali Kota Blitar. Inilah tukang kunci tersebut.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Sugianto, pemilik kios ahli kunci di Pasar Templek, Kota Blitar 

SURYAMALANG.COM, BLITAR – KPK sempat menyewa jasa tukang kunci untuk membuka brankas di rumah dinas (rumdin) wali Kota Blitar.

Tukang kunci tersebut adalah Agus Wirawanto (41).

Setiap harinya Agus bekerja di kios ahli kunci Pasar Templek, Kota Blitar. Agus bekerja di kios ahli kunci milik bapaknya, Sugianto (62).

( Baca juga : Rafathar & Gempita Ketularan Demam Masuk Pak Eko, Gaya Ngomongnya Bikin Gisella & Raffi Ngakak )

Sugianto bisa dibilang sesepuh ahli kunci di Kota Blitar.

Sugianto termasuk ahli kunci di Kota Blitar yang bisa membuka brankas.

Kios ahli kunci milik Sugianto juga menjadi langganan instansi pemerintahan maupun bank untuk membuat kunci duplikat.

( Baca juga : Pantesan Ussy Sulistiawaty Minta Suaminya itu Jangan Genit, Coba Lihat Foto Andhika Pratama ini )

Kios milik Sugianto satu deret dengan pedagang loak di bagian timur Pasar Templek.

Saat itu, Sugianto terlihat sedang memperbaiki gembok. Sedangkan anaknya, Agus, tidak ada di kios.

“Agus masih keluar. Mungkin pulang, karena istrinya baru melahirkan,” kata Sugianto kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (5/9/2018).

( Baca juga : Inilah Sebutan Baru Kartika Putri Dari Ketiga Putra Habib Usman bin Yahya Usai Menikah )

Sugianto mengatakan anaknya memang mendapat order untuk membuka brankas di rumdin wali kota pada Selasa (4/9/2018) siang.

Awalnya, Sugianto tidak tahu kalau order itu dari penyidik KPK.

Sugianto baru tahu setelah anaknya selesai membuka brankas di rumdin wali kota.

( Baca juga : Info Pemadaman Listrik PLN Jawa Timur 5 September 2018, Mulai Kediri, Tulungagung Hingga Blitar )

“Hanya diminta tolong membuka brankas saja, dan sudah berhasil,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ahli kunci bisa membuka brankas. Sebab, membuka brankas memang sulit.

Selain pengamanannya berlapis, ketebalan dinding brankas bisa mencapai 10 sentimeter.

( Baca juga : Formasi & Kuota Seleksi CPNS 2018 untuk BPPT Beredar di WhatsApp Grup, Diduga Bocor )

Pengamanan brankas memang berlapis, yakni dengan kunci dan PIN (kode).

Untuk membuka brankas, harus ada kunci dan tahu sandinya. Kalau hanya kunci tanpa tahu kode PIN, brankas tetap tidak dapat dibuka.

Meski ahli membuka brankas dan membuat kunci duplikat, Sugianto tidak sembarangan menerima order.

( Baca juga : Potret Selfie Ayu Ting Ting dengan Atlet Pencak Silat Curi Perhatian, Perhatikan Bagian Bibirnya )

Para ahli kunci juga memiliki aturan dalam bekerja, misalnya soal membuka brankas.

Ahli kunci hanya bekerja membukakan brankas. Begitu brankas dapat dibuka, ahli kunci harus berhenti bekerja.

“Begitu bunyi klik tanda brankas sudah bisa dibuka, ahli kunci harus mundur.”

( Baca juga : Maia Estianty Bela Al Ghazali saat Anaknya Dikira Salah Kostum, Cuma Tulis 5 Kata Tapi Menohok )

“Yang membuka brankas adalah pemiliknya sendiri. Saat kami bekerja juga harus ada yang mendampingi,” ujarnya.

Begitu juga dengan membuat kunci duplikat. Ahli kunci tidak sembarang membuat kunci duplikat yang berurusan dengan kantor instansi.

Harus ada surat pengantar dari pimpinan instansi untuk mengorder ahli kunci membuat duplikat.

( Baca juga : SBY Perintahkan Roy Suryo Segera Selesaikan Pengembalian 3.226 Barang Inventaris Milik Negara )

“Saya pernah mendapat penataran dari polisi. Intinya para ahli kunci tidak boleh menyalahgunakan pekerjaannya untuk kejahatan,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik KPK kembali menggeledah rumah dinas wali Kota Blitar sekitar selama empat.

Saat meninggalkan rumah dinas wali kota, tim KPK membawa satu koper diduga berisi dokumen.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved