Breaking News:

Surabaya

Politisi Surabaya Ini Setuju Bila Dipasang Tanda Khusus bagi Caleg Eks Koruptor

Politisi Surabaya ini setuju bila ada penanda khusus bagi caleg yang pernah terlibat kasus korupsi.

Kompasiana
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa eks koruptor boleh menjadi calon anggota legislatif (caleg).

Keputusan ini menimbulkan banyak tanggapan dari kalangan politisi.

Wakil Ketua DPC Partai Nasdem Surabaya, Fatkhul Muid menghormati keputusan MA tersebut.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Truk Terguling di Mojokerto sampai Pasutri Tewas Terbakar )

Namun, Muid menilai harus ada pembeda antara caleg yang bersih dengan caleg yang memiliki catatan pernah melakukan korupsi.

“Kalau diberi tanda itu bagus. Artinya, itu menjadi informasi kepada masyarakat bahwa calon tersebut pernah memiliki catatan korupsi,” kata Muid kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (18/9/2018).

Apalagi jika ada pemasangan foto di TPS atau ada penanda khusus bagi eks koruptor di kertas suara.

( Baca juga : Cinta Terlarang Mantan Pengawas Proyek dan Siswi SMA Surabaya Terbongkar dari Alat Tes Kehamilan )

Menurut Muid, hal tersebut akan menjadi informatif bagi masyarakat.

“Tidak semua masyarakat tahu profil setiap calon legislatifnya.”

“Kalau ada penanda, itu sangat membantu masyarakat,” lanjut pria yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini.

( Baca juga : Peringatan Pertempoeran Bendera di Hotel Yamato atau Hotel Majapahit Surabaya Digelar Besok )

Masalah caleg tersebut terpilih atau tidak, itu adalah hak masyarakat.

Namun, itu akan tetap adil bagi masyarakat dan caleg yang bersih.

Muid menegaskan tidak ada caleg yang memiliki track record pernah melakukan tindakan korupsi di Partai Nasdem.

( Baca juga : VIDEO : Tri Rismaharini Marah Saat Tinjau Proyek Box Culvert di Surabaya yang Tak Kunjung Selesai )

Banyak calon yang mendaftar sebagai caleg di Partai Nasdem dalam Pileg 2019.

Saat menerima pendaftaran, tetap ada filter dari internal partai untuk tidak mencalonkan caleg eks koruptor.

“Tidak ada di Surabaya.  Pernah ada di daerah lain. Tapi langsung tersaring,” tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved