Breaking News:

Pamekasan

Diduga Jadi Bandar Narkoba, Anggota Badan Perwakilan Desa Sokobanah, Sampang Ini Ditangkap Polisi

Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Sokobanah, Sampang, Syaiful Bahri (40) ditangkap polisi karena diduga menjadi bandar narkoba.

Penulis: Muchsin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Muchsin
Para tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap anggota Polres Pamekasan. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Anggota Polres Pamekasan menangkap Syaiful Bahri (40).

Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Sokobanah, Sampang ini diduga menjadi bandar narkoba.

Syaiful ditangkap polisi di depan toko ponsel di Desa Tamberu Barat, Sokobanah, Sampang.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Kecelakaan Tuban sampai Remaja Kota Malang Bunuh Diri )

Polisi menyita sabu seberat 5,7 gram sebagai barang bukti.

Selain Syaiful, Polres Pamekasan juga menangkap tujuh orang lain yang diduga terlibat dalam kasus penyalagunaan narkoba.

Delapan orang ini diduga berperan sebagai pengguna, pengedar, dan bandar sabu.

( Baca juga : Bandar, Pengedar dan Penikmat Narkoba Ditangkap Polres Pamekasan Dalam Sepekan )

Delapan tersangka itu adalah Syaiful Bahri (40), Syeh Anis (40), Moh Rifqi Alfarizi (21), Fathorrozi (24), Moh Riyanto (27), Matjuri (24), dan Moh Toyyib.

Delapan tersangka ini ditangkap dalam waktu sekitar sepekan terakhir.

Dalam kasus ini, polisi menyita 8,24 gram sabu, 10 butir pil koplo, beberapa perangkat alat isap sabu.

( Baca juga : Cara Mendaftar CPNS 2018 di SSCN BKN GO ID Terbaru Ikuti 7 Langkah Sederhana ini )

Kini delapan tersangka itu ditahan di Polres Pamekasan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Delapan tersangka itu terdiri dari satu bandar, satu pengedar, dan enam pengguna narkoba,” ungkap AKBP Teguh Wibowo, Kapolres Pamekasan kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, pengungkapan kasus ini di antarnya hasil pengembangan penyidikan tersangka narkoba yang ditangkap sebelumnya.

( Baca juga : Terpopuler: Dari Ayu Ting Ting Ungkap Peraturan bila Menikahi Ivan Gunawan, sampai Denada Jual Rumah )

Selain itu juga dari informasi masyarakat mengenai aktivitas para tersangka.

“Kami terus berupaya mengungkap jaringan narkba,” terang Teguh Wibowo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved