Malang Raya

Minta Jasanya Diperhatikan, Guru Tidak Tetap se-Kabupaten Malang Menangis di Gedung Dewan

Unggul Nugoho anggota DPRD Fraksi Gerindra mengatakan menampung aspirasi para GTT dan akan menyampaikannya ketika hearing di Jakarta.

Minta Jasanya Diperhatikan, Guru Tidak Tetap se-Kabupaten Malang Menangis di Gedung Dewan
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Ribuan guru tidak tetap atau guru honorer menyerbu gedung DPRD Kabupaten Malang untuk memperjuangkan nasibnya, Kamis (20/9/2018) 

SURYAMALANG, KEPANJEN - Pahlawan tanpa jasa begitu sebutannya, merasa jasanya sebagai pahlawan yang turut berkontribusi mencerdaskan bangsa tidak dihargai oleh pemerintah, memicu para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) se Kabupaten Malang nenyerbu gedung DPRD Kabupaten Malang untuk memperjuangkan nasibnya, Kamis (20/9/2018).

Ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer K2 (FHK2) PGRI Kabupaten Malang itu  juga dilanda rasa cemas, meski pendaftaran CPNS 2018 akan dibuka namun hal tersebut dirasakan tidak berpihak kepada nasib para guru honorer.

Pasalnya ada regulasi pembatasan usia, selain itu terdapat jumlah kuota jalur khusus yang dirasa sangat tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB) Nomor 36 dan 37 Tahun 2018.

"Kita sudah mengabdi kepada negara sudah lama sekali dengan gaji yang sangat sedikit, kami bosan dengan janji janji yang kurang berpihak kepasa kami, CPNS saat ini tidak menjawab masalah kami," keluh GTT perempuan yang mengaku sudah mengabdi sepuluh tahun di salah satu sekolah di Kalipare  Kabupaten Malang, sambil menangis.

Para GTT  juga menuntut adanya pengangkatan PNS tanpa tes bagi para guru honorer.

"Kalau tuntutan kami tidak diakomodir, kami akan demo di Jakarta, jika masih tidak dipenuhi mogok masal saja," tandas Ari Susilo, ketua  FHK2 PGRI Kabupaten Malang dengan cukup emosional.

Sementara itu Unggul Nugoho anggota DPRD Fraksi Gerindra mengatakan menampung aspirasi para GTT dan akan menyampaikannya ketika hearing di Jakarta.

"Kita melakukan hearing tanggal 24 september di jakarta mewakili aspirasi para gtt," ujarnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved