Kepulauan Riau

Tukang Go-Jek Memaki Pelanggan dan Bernada Pelecehan Seksual

Ia mengaku dikirimi pesan singkat dengan bahasa yang sangat kasar dan mengandung pelecehan seksual.

Tukang Go-Jek Memaki Pelanggan dan Bernada Pelecehan Seksual
go-jek.com
Go-Jek 

SURYAMALANG.COM, BATAM - Terjadi lagi, seorang tukang ojek online berlaku kasar terhadap pelanggannya. 

Kali ini terjadi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). 

Korbannya adalah Nevi, pelanggan Go-Jek. Ia mengaku dikirimi pesan singkat dengan bahasa yang sangat kasar dan mengandung pelecehan seksual.

Nevi dicaci maki driver Go-Jek karena membatalkan pesanan.

"Pas saya baca, benar-benar kaget saya. Kok ada manusia yang ucapannya lebih hina dari binatang," kata Nevi, Selasa (25/9/2018).

Nevi menceritakan, kejadian ini berawal saat dirinya hendak mengirimkan dokuman milik temannya di kawasan Batam Centre. Karena dokumen itu harus segera dikirimkan ke temannya untuk dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sehingga ia mencari ojek online yang cepat merespons.

"Saat pesan pertama saya mendapatkan si driver ini, namun karena lama akhirnya saya mencari driver lain, dan hal itu lebih kurang tiga kali saya mengganti driver karena lambatnya merespons. Hingga akhirnya driver keempat pesanan saya itu berhasil dikirimkan," jelas Nevi.

"Namun tanpa disangka-sangka driver pertama malah mengirimkan cacian kepada saya. Tidak hanya sekali, cacian itu dikirimkan melalui pesan singkat lebih kurang 4 kali," kata Nevi menambahkan.

Nevi menilai, kalau driver gojek tersebut baik dan bermoral, seharusnya memaklumi jika ada pelanggan membatalkan pesanan karena lambat merespons.

"Sang pelanggan memilih ojek online pasti karena ingin memaksimalkan waktu sebaik mungkin. Kalau harus menunggu lama, apa bedanya ojek online dengan transportasi lain pada umumnya. Dan, tidak perlu mencaci maki pelanggannya karena melakukan cancel," terang Nevi.

Nevi berharap ke depan manajemen Go-Jek lebih profesional dalam merekrut mitranya, karena bagaimanapun driver yang ada di lapangan mencerminkan baik buruknya perusahaan Go-jek itu sendiri.

Menanggapi keluhan pelanggan, Qori, bagian Oprasional Go-Jek Batam kepada Kompas.com mengaku tidak bisa berkomentar banyak atas apa yang dilakukan driver Go-Jek di lapangan. Qori beralasan tidak kompeten untuk memberikan pernyataan.

"Maaf saya tidak bisa memberikan statement dari kasus ini, sebab aturan di Go-Jek yang bisa menanggapi kasus ini hanya public relations Go-Jek yang ada di kantor pusat," kata Qori.

Namun begitu, Qori mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas terhadap mitranya yang sudah melakukan perbuatan tidak terpuji dengan diberhentikan.

"Secepatnya si Driver akan kami berhentikan beserta seluruh atribut yang berkaitan dengan gojek juga akan ditarik. Tapi kalau ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut, teman-teman media bisa menghubungi public relations Go-Jek di pusat melalui email publicrelations@go-jek.com, karena kapasitas menjawab memang bagian public relations yang ada di kantor pusat," jelasnya. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved