Malang Raya
120 Peserta Ikuti Lomba Robotik MakeX di Bina Bangsa School Malang
Sebanyak 120 peserta dari 5 kota mengikuti kompetisi robot di Bina Bangsa School, Malang, Kamis (27/9/2018).
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Sebanyak 120 peserta dari 5 kota mengikuti kompetisi robot di Bina Bangsa School, Malang, Kamis (27/9/2018). Ini merupakan untuk pertama kalinya Makeblock sebagai penggagas lomba robotik MakeX ini menggelar lomba robotik di Indonesia. Total 120 peserta dari lima kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Malang turut ambil bagian.
Adapun tema yang diangkat pada lomba robotik kali ini adalan Blue Planet. PSetiap peserta harus bisa menciptakan robot yang mampu mengatasi masalah yang ada di bumi ini. Beberapa diantaranya adalah memilah sampah dan konversi limbah rumah tangga menjadi energi baru. Dari jumlah 120 peserta tersebut merupakan gabungan peserta dari rentang kelas 4 SD hingga kelas VIII SMP.
Menurut Head of Makeblock Indonesia, Erwin Oktavia menjelaskan bahwa lomba robotik MakeX ini merupakan yang pertama. Lomba ini juga sebagai bentuk komitmen Makeblock Indonesia untuk terus mengembangkan pendidikan dan teknologi di dalam kelas. Sebab, integrasi antara pendidikan dan teknologi dinilai sangat penting untuk kemampuan dasar bagi setiap anak.
"Nantinya akan diambil empat tim terbaik atau sejumlah 8 anak untuk dikirim ke China guna mengikuti kompetisi robotik di sana untuk bersaing dengan 25 negara," ucapnya Kamis (27/9/2018).
Lebih lanjut, Erwin menambahkan bahwa lomba robotik ini bukan untuk adu siapa yang paling menarik. Namun, setiap peserta ditantang untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di bumi ini. Diantaranya adalah memilah sampah dan mengatasi masalah emisi gas buruk menjadi baik.
"Jadi setiap rintangan memiliki skor tersendiri. Semisal mereka harus bisa menyelesaikan tantangan memilah sampah. Untuk mendapatkan skor tinggi harus bisa memilah dengan benar. Di sini kami menggunakan sensor warna untuk bisa membedakan jenis-jenis sampah," imbuhnya.
Tak hanya itu, dalam pembuatan robot, para peserta juga harus memperhatikan beberapa hal. Semua harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia. Termasuk juga dalam membuat serta memprogram robot yang akan diikutkan dalam lomba.
"Semua peserta harus mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan. Untuk robot yang dibuat juga harus disesuaikan bahanya, tidak boleh tajam, lalu juga untuk panjangnya tidak boleh lebih dari 30 cm dan beratnya juga diukur," tambahnya.
Sementara itu, Renka Yamane, salah satu pelajar dari Bina Bangsa School Bandung mengakui bahwa dirinya sudah siap bersaing dengan peserta lain. Ia juga mengakui cukup percaya diri dengan robot buatanya. Meskipun ia mengakui bahwa para pesaing juga cukup bagus.
"Sebelum mengikuti lomba ini kami sudah persiapan selama satu bulan. Persiapan itu juga termasuk untuk perakitan robot dengan bimbingan guru di sekolah," katanya.
Renka juga mengakui bahwa dirinya tidak hanya mengikuti lomba di MakeX saja. Ia juga mengatakan bahwa mengikuti lomba robotik di tempat lain. Sehingga ia harus membagi waktu untuk bisa maksimal disetiap lomba robotik yang diikuti.
"Terus terang memang sedikit lebih susah untuk membagi waktunya. Kalau untuk saat ini targetnya adalah menjadi juara, tetapi kalau semisal nanti gagal juga bukan masalah," imbuhnya.
Di sisi lain, Bina Bangsa School mengakui sangat tersanjung karena dipercaya sebagai partner untuk lomba robotik kali ini. Apalagi ini merupakan pertama kalinya lomba robotik MakeX digelar di Indonesia.
"Bagi kami ini sebuah kehormatan. Para peserta, orang tua juga sangat antusias dengan acara ini. Saya rasa ini adalah awal yang bagus dan kami berharap kompetisi serupa bisa terus digelar kedepanya," tukas Head of IT Bina Bangsa School Indonesia, Alvin Miclat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/robot-malang_20180927_194532.jpg)