Blitar

Pencuri Kayu Jati Di Blitar Tertangkap Setelah Dikeroyok Semut Dipersembunyian

Disaat petugas mengecek temuan kayu itu, tiba-tiba pencuri muncul dari balik gundukan batu, yang tak jauh dari lokasi temuan kayu

Pencuri Kayu Jati Di Blitar Tertangkap Setelah Dikeroyok Semut Dipersembunyian
surya malang/Imam Taufik
Kayu yang ditemukan petugas saat mengejar pencuri kayu. 

SURYAMALANG.COM, SURYA - Pencuri kayu jati iyang satu ini mungkin lagi apes. Semestinya ia bisa lolos dari kejaran petugas, namun karena kakinya tak kuat dikerubungi dan digigiti semut akhirnya keluar dari tempat persebunyiannya sehingga langsung ditangkap petugas.

Pencuri kayu, Nanang Edi (38) warga Dusun Sukorejo Wetan Desa Sukorejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungangung harus mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Ia ditangkap di hutan kayu Jati RPH Ngubalan, KPH Blitar atau di antara perbatasaan hutan kayu jati Kecamatan Kademangan dengan Kecamatan Rejotangan. Dari tangannya, diamankan 119 kayu jati, yang masih berbentu gelondongan, dengan ukuran masing-masing 2 meter.

Selain itu, petugas juga mengamankan dua gergaji dan sepeda motornya, yang tanpa plat nopol.

"Saat ini, ia sudah kami amankan dan kami serahkan ke polisi, termasuk barang buktinya. Sementara, barang bukti kayu curiannya, kami angkut ke TPK (tempat penyimpanan kayu) Darungan (Kecamatan Kademangan)," ujar Sarman, wakil Adm Perhutani KPH Blitar.

Menurut Sarman, penangkapan itu berlangsung Kamis (4/10) sore kemarin. Itu bermula dari petugas polhut melakukan patroli karena sering terjadi aksi pencurian kayu jati di hutan tersebut. Seperti biasanya, agar tak diketahui pelakunya, petugas tak langsung masuk ke dalam hutan ramai-ramai. Namun, hanya beberapa petugas yang menyisirnya ke dalam hutan.

"Ternyata, perkiraan petugas itu benar. Di dalam hutan, yang berjarak sekitar 7 km dari tepi hutan, ditemukan ada aksi pencurian kayu tersebut," paparnya.

Namun, kedatangan petugas diketahuinya, sehingga pelaku langsung kabur. Ia meninggalkan sepeda motornya dan lari ke tepi sungai yang sudah mengering. Oleh petugas, pelaku langsung dikejar dan dikepungnya. Akan tetapi, pencuri yang dicari di sekitar sungai tak ditemukan.

Justru petugas menemukan 119 gelondong kayu jati yang disembunyikan di tepi sungai yang sudah mengering. Saat ditemukan, tumpukan kayu jati itu ditutupi daun pisang kering.

"Disaat petugas mengecek temuan kayu itu, tiba-tiba pelaku muncul dari balik gundukan batu, yang tak jauh dari temuan kayu itu," paparnya.

Saat keluar itu, pelaku terlihat seperti meringis kesakitan dengan memegangi kakinya. Begitu akan ditangkap petugas, ia sempat akan kabur. Namun, petugas berhasil meringkusnya.

"Katanya sih, ia digigit semut saat bersembunyi itu. Karena tak kuat dikerubungi semut, ia langsung keluar," ungkapnya.

Dari hasil pengecekan petugas, kayu gelondong itu ditebang di petak 12 F atau di sekitar TKP. Jumlahnya sebanyak 44 pohon jati, yang rata-rata baru berusia 12 tahun. Itu ditebang dari petak 12. 
.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved