News

Update Gempa Palu & Donggala, Pencarian Korban Diperpanjang Hingga 11 Oktober 2018

Diperkirakan 5000an Orang Masih Tertimbun, Pencarian Korban Diperpanjang Hingga 11 Oktober 2018

Tribun Timur
Pascagempa Sulawesi Tengah 

SURYAMALANG.COM - Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian untuk mengevakuasi korban yang masih tertibun lumpur dan sisa-sisa bangunan.

Fokus pencarian korban kini tertuju pada dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Balaroa dan Petobo, di Palu Sulawesi Tengah.

Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mengatakan, masa tanggap darurat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah kemungkinan akan diperpanjang.

Hal itu mengingat masih banyak korban yang diprediksi tertimbun reruntuhan bangunan pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Dilansir dari TribunSolo.com dalam artikel "Korban yang Tertimbun di Balaroa dan Petobo, Palu, Akan Dicari hingga 11 Oktober 2018" Sutopo mengatakan jika Korban yang Tertimbun di Balaroa dan Petobo, Palu, Akan Dicari hingga 11 Oktober 2018

Menurutnya informasi itu ia peroleh dari beberapa kepala desa yang ada di Balaroa dan Petobo

"Jumlah itu menurut informasi yang disampaikan kepala desa," ujar Sutopo dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (7/10/2018) sore.

"Tapi masih belum terverifikasi," katanya

Sutopo jga menambahkan jika wilayah Balaroa dan Petobo merupakan dua daerah yang terkena Likuifaksi.

Likuifaksi sendiri ialah fenomena pergerakan tanah yang terjadi akibat adanya sebuah getaran, seperti gempa bumi.

Menurut Sutopo, ada 1.445 unit rumah yang rusak di daerah Balaroa.

Sedangkan di daerah Petobo diperkirakan ada 2.050 unit dengan Luas wilayah 180 hektare.

Hingga ini, sebagian besar wilayah Balaroa dan Petobo tertimbun lumpur.

Kondisi bangunan di permukaan telah rata dengan tanah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved