Blitar

Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga, Residivis Dihajar Warga Di Blitar

Pelaku menjambret tas milik Iswatun, seorang ibu rumah tangga asal Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar

Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga, Residivis Dihajar Warga Di Blitar
surya malang/Samsul Hadi
Polisi menggelandang Didik, pelaku penjambretan ke ruang pemeriksaan Polsek Sukorejo, Kamis (11/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Didik Agustian (26), dihajar warga di Jl Raya Kelurahan Tlumpu Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Kamis (11/10/2018). Warga Desa Gununggede Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, itu ditangkap warga setelah menjambret tas milik seorang ibu rumah tangga.

"Pelaku memang sempat dimassa, tapi petugas langsung datang ke lokasi mengamankannnya dan membawanya ke Polsek," kata Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi.

Aksi penjambretan sendiri terjadi di Jl Mahakam atau dekat Pasar Dimoro, Kota Blitar. Pelaku menjambret tas milik Iswatun, seorang ibu rumah tangga asal Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Saat itu, korban sedang membeli buah di kios buah pinggir jalan di lokasi.

Saat sedang memilih buah, korban menaruh tasnya di tumpukan buah yang ada di kios. Pelaku yang mengendarai Honda Vario warna merah hitam tanpa pelat nomor tiba-tiba mendekat ke kios buah. Pelaku langsung menyambar tas korban dan membawanya kabur. Tas korban berisi uang tunai Rp 535.000 dan surat-surat.

Seketika korban berteriak jambret. Mengetahui hal itu, pemilik kios buah berusaha mengejar pelaku naik sepeda motor. "Pemilik kios buah mengejar pelaku sambil teriak-teriak jambret di sepanjang jalan. Akhirnya, warga menghadang pelaku di Kelurahan Tlumpu atau perbatasan Sukorejo dan Sanankulon," ujar Kompol Fauzi.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku merupakan residivis kasus penjambretan. Pelaku pernah ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota. Pelaku baru keluar penjara Agustus 2018. "Ketika ditangkap Polres, pelaku melakukan penjambretan di tiga TKP di wilayah Kota Blitar," katanya.

Dikatakannya, polisi masih mengembangkan kasus penjambretan itu. Polisi menduga pelaku juga melakukan tindak kejahatan di lokasi lain. Selain itu, polisi juga curiga dengan sepeda motor yang dikendarai pelaku untuk menjambret. Sepeda motor itu tidak ada pelat nomornya.

"Polsek Sanankulon juga menghubungi saya. Katanya, sepeda motor yang dikendarai pelaku ini hasil curian. TKP pencuriannya di Sanankulon. Laporannya masuk Polsek Sanankulon. Sekarang kasusnya masih kami kembangkan," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved