Madiun

Kisah Polisi Bertindak Mulia Tapi Tertipu Penghargaan Palsu dari PBB

Ipda Rochmat Tri Marwoto (41) tidak menyangka jika penghargaan yang diterimanya ternyata bukan dari United Nations (PBB).

Kisah Polisi Bertindak Mulia Tapi Tertipu Penghargaan Palsu dari PBB
mohammad romadoni
Ipda Rochmat Tri Marwoto (41) bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan piagam penghargaan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ipda Rochmat Tri Marwoto (41) tidak menyangka jika penghargaan yang diterimanya ternyata bukan dari United Nations (PBB).

Polisi aktif yang berdinas sebagai Perwira Menengah (Pama) SDM Polda Jatim itu menceritakan awal mula kejadian itu.

Saat itu dirinya sekolah perwira di Sukabumi menerima telepon akan mendapat penghargaan dari United Nations Children's Fund (UNICEF) atau United Nations Information Centre (UNIC) yang merupakan perwakilan dari United Nations (PBB).

Rochmat mendapat penghargaan dari Leodewyk Pasulatan yang mengaku perwakilan dari United Nations (PBB).

"Saya ditelepon mengabarkan UNICEF akan datang tempat saya untuk memberikan suatu apresiasi," ungkapnya di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Rochmat menjelaskan pihaknya tidak pernah berkomunikasi dengan UNICEF ataupun PBB. Seiring berjalankan waktu pada Jumat (12/10/2018) UNICEF mengirim e-mail bahwa tidak bisa hadir karena masih fokus di trauma hiling di Donggala Palu.

Singkat cerita, pihak penyelenggara berupaya menemui perwakilan United Nations Information Centre (UNIC) di kantor Kuningan, Jakarta. Bertemu dengan dua orang staf UNIC, kabarnya ada perwakilan yaitu Leodewyk Pasulatan yang yang akan datang ke lokasi penghargaan, Pada Senin (15/10/2018).

"Saya sangat menyambut positif ada yang mau mengangkat profil saya, tidak tahu kalau jadi begini," ungkapnya.

Untuk diketahui Rochmat baru saja membangun Asrama Ginaris (Generasi Anak Remaja Islam) dikediamannya Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Luas tempat itu berukuran 8 meter x 12 meter. Dekorasinya mirip barak di Mako Brimob. Ada 12 ranjang militer yang dipakai tidur anak asuhnya.

Asrama itu didedikasikan khusus untuk membantu anak yang kurang beruntung. Dia menampung anak-anak jalanan dan korban konflik sosial.

Halaman
12
Tags
Madiun
PBB
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved