Malang Raya
Lifetime Teknologi Pendek, Perbanyak Kolaborasi
Puncak dies natalis Universitas Negeri Malang (UM) ke-64 diisi orasi ilmiah oleh Dr Laksana Tri Handoko MSc di Graha Cakrawala
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puncak dies natalis Universitas Negeri Malang (UM) ke-64 diisi orasi ilmiah oleh Dr Laksana Tri Handoko MSc di Graha Cakrawala, Kamis (18/10/2018).
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menyoroti era revolusi industri 4.0 yang membawa banyak perubahan.
“Yang menonjol juga pada pemakaian IT-nya,” jelas Laksana.
( Baca juga : Warga Pujon, Kabupaten Malang Protes Penebangan Hutan di Desa Lebaksari )
Dia menyebut aplikasi ojek online yang digerakan anak muda yang memiliki ide cemerlang.
Bahkan taksi reguler yang mungkin sebelumnya tak berpikiran soal kompetitor karena butuh biaya besar untuk armada, kini malah bisa menggerakkan armada masyarakat sebagai mitra aplikasi.
“Tapi lifetime IT sangat pendek. Karena itu perlu juga kolaborasi agar ada ide-ide baru,” katanya.
( Baca juga : Arek Surabaya dan Malang Bobol Kartu Kredit Rp 500 Juta Milik Orang Jepang dan Amerika )
Masa lifetime IT pendek dicontohkan seperti Yahoo atau Friendster yang akhirnya tergusur Facebook dan Instagram (IG).
Sehingga kunci di era ini adalah menguasai teknologi.
Karena ‘merusak’ yang konvensional, maka hal bersifat strategis sulit dilakukan secara tertutup.
( Baca juga : Berhenti Jadi Tukang Bakso di Sidoarjo, 2 Pria Asal Malang Ini Malah Mencuri Pohon Mahoni di Hutan )
“Saat ini sudah tidak ada rahasia. Bahkan di LIPI juga terbuka. Dengan keterbukaan dan kolaborasi malah menghasilkan sesuatu yang baru,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rektor-um-prof-dr-ah-rofiuddin-mpd-bersama-kepala-lipi-dr-laksana-tri-handoko-msc_20181018_204444.jpg)