Blitar
Semarakkan Hari Santri, Polisi Di Blitar Pakai Sarung Dan Songkok Saat Layani Warga
Hal itu membuat suasana pelayanan di Satlantas Polres Blitar Kota mirip pondok pesantren.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Satlantas Polres Blitar Kota memiliki cara unik untuk ikut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional, pada Senin (22/10/2018). Para anggota Satlantas di bagian pelayanan mengenakan pakaian ala santri.
Bagi anggota pria mengenakan sarung dan pecis atau songkok, sedangkan anggota perempuan memakai jilbab. Hal itu membuat suasana pelayanan di Satlantas Polres Blitar Kota mirip pondok pesantren.
"Saya sempat kaget, semua petugasnya pakai sarung dan pecis, kayak di pondok pesantren," kata Suryadi, salah satu pemohon SIM di Satlantas Polres Blitar Kota.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, khusus hari ini para anggota bagian pelayanan diwajibkan berdandan ala santri. Para anggota pria mengenakan sarung dan pecis, sedangkan anggota perempuan mengenakan jilbab.
Menurutnya, para anggota berdandan ala santri ini memang untuk ikut menyemarakan Hari Santri Nasional yang diperingati pada 22 Oktober. "Untuk menyemarakkan Hari Santri, para anggota di bagian pelayanan kami minta berdandan ala santri. Sarung dan pecis menjadi identitas santri," kata AKP Bayu Halim.
Selain itu, kata AKP Bayu, kegiatan itu juga untuk memberikan penghargaan kepada para santri. Para santri juga memiliki andil besar pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kami berdandan ala santri ini juga untuk mengingatkan kembali masyarakat kalau para santri juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.