Tulungagung

Spesialis Pencuri Motor Di 13 TKP Di Tulungagung Ditangkap Polisi

Modus pencurian berangkat dengan sepeda kayuh. Kemudian keliling area persawahan, mencari motor yang kuncinya masih menancap

Spesialis Pencuri Motor Di 13 TKP Di Tulungagung Ditangkap Polisi
suryamalang.com/David Yohanes
Pelaku curanmor 13 lokasi di Tulungagung diamankan bersama barang bukti sepeda motor curian, Rabu (24/10/2018) 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG -  Jajaran Unit Reskrim Polsek Ngantru menangkap Zaini (28) warga asal Jember yang diketahui telah mencuri di 13 lokasi di wilayah Tulungagung. Ini setelah tersangka diduga sebagai pelaku pencurian dengan sasaran sepeda motor yang ada di areal persawahan dan rumah kosong.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pencurian motor di area persawahan Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Selasa (23/10/2018). Sebuah motor Suzuki Shogun 110 AG 5128 RK milik seorang petani dibawa kabur, saat pemiliknya tengah bekerja.

"Korban kemudian melapor ke Polsek. Setelah itu kami langsung umumkan identitas motor yang dicuri ke ke Polsek-polsek jajaran," terang Kapolsek Ngantru, AKP Maga Fidri Isdiawan, Rabu (24/10/2018).

Jajaran Polsek Kediri kemudian melihat motor yang dicuri di wilayahnya. Maga Fidri kemudian mengirim anak buahnya untuk melakukan penangkapan, bersama anggota Polsek Kediri Kota.

Pelaku adalah Zaini bersama seorang temannya yang masih kabur. Zaini kemudian dibawa ke Mapolsek Ngantru untuk dimintai keterangan. Di depan penyidik, tersangka mengaku sudah 13 kali melakukan pencurian.

Mayoritas yang dicuri motor-motor yang diparkir di area perkotaan. "Modusnya mereka berangkat dengan sepeda kayuh. Kemudian keliling di area persawahan, mencari motor yang kuncinya masih menancap," tambah Maga.

Setiap kali sasaran, Zaini mengambil motor itu dan meninggalkan sepedanya. Dengan motor curian Zaini dan kawannya kembali mencari sasaran baru.

Setelah sama-sama mendapat barang curian, keduanya menjualnya ke wilayah Kediri. "Motor yang dicuri dijual untuk dipreteli. Semua dijual ke Kediri," ungkap Maga.

Rata-rata wilayah operasional Zaini di Kecamatan Ngantru dan Kedungwaru. Beberapa kali ia juga mengincar rumah kosong, dan masuk dengan cara mencongkel jendela. Tersangka juga pernah mencuri sapi bersama bapaknya.

Dia juga sudah pernah dua kali masuk ke dalam penjara karena kasus serupa. "Sekali dia masuk di Lapas Kediri, dan satu kali di Lapas Blitar," ujar Maga.

Penyidik masih mendalami kejahatan Zaini. Sebab diduga masih banyak TKP yang belum terangkap, termasuk di wilayah Kediri. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved