Jember

Satgas Saber Pungli Jember Periksa 20 Orang, Termasuk Kepala Dispendukcapil

keberadaan Kepala Dispendukcapil Sri Wahyuniati belum diketahui hingga Kamis (1/11/2018) siang. Yuni, panggilan akrab perempuan ini tidak ada...

Satgas Saber Pungli Jember Periksa 20 Orang, Termasuk Kepala Dispendukcapil
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Kantor dispendukcapil Jember dijaga anggota Polisi, Kamis (1/11/2018) 

SURYAMALANG.COM,  JEMBER - Polisi memeriksa 20 orang saksi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember. Pemeriksaan 20 orang itu dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 1x24 jam sejak penangkapan dan penyitaan uang.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, mereka yang diperiksa antara lain Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati, tiga orang kepala bidang, tenaga operator Dispendukcapil (pegawai honorer), seorang pengepul uang, dan tiga orang calo.

"Sampai siang ini ada 20 orang yang kami mintai keterangan, mereka menjadi saksi. Antara lain ada Kadispendukcapil, tiga kepala bidang, tenaga operator, dan orang sipil (orang di luar Dispendukcapil) yakni pengepul dan calo. Pemohon KTP juga dimintai keterangan," terang Kusworo ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Kusworo menyebut belum ada penetapan tersangka saat memberikan keterangan kepada wartawan. Namun sore hari tersiar kabar sudah ada penetapan tersangka. Kusworo berjanji bakal memberikan keterangan lebih detil terkait penetapan tersangka itu, Jumat (2/11/2018).

Kusworo lantas memberikan keterangan awal perihal alur pungutan liar di Dispendukcapil Jember. Pungli bermula dari pemohon KTP yang mengurusi KTP melalui calo di Dispendukcapil.

Setiap pemohon menyetorkan biaya Rp 110.000 kepada calo. Uang itu kemudian diserahkan kepada seorang pengepul.

"Pengepul ini yang memiliki akses langsung kepada oknum pegawai Dispendukcapil itu," kata Kusworo.

Pengepul ini bukan pegawai Dispendukcapil. Dia memiliki akses ke seorang pejabat Dispendukcapil. Uang yang dikumpulkan dari calo, kemudian diserahkan ke pejabat tersebut.

Saat penangkapan, polisi menyita uang tunai Rp 10.100.000 dari pejabat Dispendukcapil tersebut.

Saat ditanya, aliran uang tersebut, Kusworo menegaskan pihaknya masih mendalaminya. "Kami masih mendalaminya, kami juga masih melakukan penyesuaian dan mencocokkan keterangan dari masing-masing saksi," tegas Kusworo.

Sementara itu, keberadaan Kepala Dispendukcapil Sri Wahyuniati belum diketahui hingga Kamis (1/11/2018) siang. Yuni, panggilan akrab perempuan ini tidak ada di kantornya. Polisi menyebut dia masih dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan saksi dilakukan di Mapolres Jember.

Ruangan kerja Yuni masih disegel oleh polisi dan dijaga personel Satuan Sabhara Polres Jember.

Tidak hanya ruangan Yuni yang disegel, namun juga tiga ruang lain yakni Bidang Keuangan, Perencanaan dan Dokumen, juga Kepegawaian.

"Untuk penyegelan ruangan, kami minimalkan supaya kantor Dispendukcapil tetap bisa beroperasi. Prinsipnya meskipun ada penindakan, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan," imbuh Kusworo.

Penyegelan dan penjagaan di Dispendukcapil dilakukan untuk mengantisipasi masih diperlukannya pemeriksaan di masing-masing ruangan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved