Blitar

Berkendara Tidak Lengkapi Dokumen, 30 Pelajar Di Blitar Terjaring Razia Polisi

Para pelajar itu rata-rata tidak mempunyai SIM. Selain itu, juga ada pelajar yang terjaring razia karenan tidak memakai helm standar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Samsul Hadi
Polisi memeriksa kelengkapan kendaraan para pelajar di Jl A Yani, Kota Blitar, Jumat (2/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Satlantas Polres Blitar Kota bersama Sub Denpom V/1-3 Blitar menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan A Yani Kota Blitar, Jumat (2/11/2018). Razia kali ini sasarannya lebih pada pelajar dan anggota TNI.

Dalam razia itu, petugas gabungan menjaring sekitar 67 pelanggar lalu lintas. Dari total itu, sebanyak 30-an pelanggar berstatus pelajar. Para pelajar itu rata-rata tidak mempunyai SIM. Selain itu, juga ada pelajar yang terjaring razia karenan tidak memakai helm standar.

"Razia pagi ini sasarannya lebih ke para pelajar. Kami sering mendapat aduan dari masyarakat banya pelajar yang mengendarai sepeda motor ugal-ugalan saat berangkat sekolah," kata Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Bayu Halim Nugroho.

AKP Bayu mengatakan, razia ini sekaligus untuk memberikan efek jera ke pelajar agar lebih tertib berlalu lintas. Satlantas sudah menyosialisasikan soal tertib berlalu lintas ke pelajar. Termasuk soal program transportasi sehat merakyat.

Lewat program itu, Satlantas ingin para pelajar berangkat ke sekolah naik sepeda kayuh maupun angkutan sekolah. Apalagi Pemkot Blitar sudah menyediakan sepeda kayuh gratis untuk para siswa SMP. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan angkutan sekolah gratis untuk siswa.

"Sistem sekolah di Kota Blitar juga sudah berdasarkan rayon. Jadi rumah para siswa rata-rata satu wilayah dengan sekolahnya. Kalau naik sepeda kayuh tidak terlalu jauh," ujarnya.

Satlantas juga bekerjasama dengan Denpom dalam razia kali ini. Para anggota Denpom ini memeriksa kelengkapan kendaraan anggota TNI. Tetapi, para anggota TNI yang terjaring razia semua surat-surat kendaraan bermotornya lengkap.

"Tadi ada beberapa anggota TNI yang ikut terjaring razia, tapi semua lengkap," kata anggota Sub Denmpom V/1-3 Blitar, Peltu Agus Pepuji yang ikut dalam razia itu.

Dikatakannya, Denpom juga mengecek sejumlah kendaraan pribadi yang terjaring razia. Denpom ingin memastikan kendaraan pribadi itu tidak ditempeli stiker atribut TNI. Menurutnya, selain kendaraan anggota tidak boleh ditempeli stiker TNI.

"Tapi dalam razia ini kami tidak menemukannya. Kalau ada akan kami lepas dan kemi beri teguran. Tindakan itu agar tidak ada penyalahgunaan atribut TNI di masyarakat," ujarnya. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved