Tulungagung

Tipikor Polres Tulungagung Mulai Selidiki Otak Pungli PPDB 2017 Di SMPN 2 Tulungagung

Dua guru adalah pelaksana. Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pihak yang memerintah keduanya untuk melakukan pungli.

Tipikor Polres Tulungagung Mulai Selidiki Otak Pungli PPDB 2017 Di SMPN 2 Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG -  Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tulungagung tengah melakukan penyelidikan lanjutan, perkara pungutan liar (pungli) Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tahun 2017 silam. Sebelumnya dua guru yang menjadi panitia PPBD 2017 telah dihukum pengadilan Tipikor karena terbukti melakukan pungli.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menjelaskan, dua guru tersebut adalah pelaksana. Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pihak yang memerintah keduanya untuk melakukan pungli.

"Proses penyelidikan sudah berjalan, kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," terang Mustijat, Selasa (13/11/2018).

Saksi yang diperiksa antara lain saksi lama, saat perkara Pungli menjerat dua panitia PPDB yang juga guru SMPN 2 Tulungagung, Supraptiningsih dan Rudy Bastomi. Saksi-saksi ini diperiksa ulang untuk memastikan pemberi perintah Pungli ketika itu.

Selain itu penyidik juga sudah meminta keterangan saksi ahli dari Kementerian Pendidikan Nasional. Saksi ahli Kemendiknas ini untuk memaparkan aturan PPDB dan penjabarannya.

"Minggu lalu tim kami berangkat ke Jakarta. Tujuannya untuk memperdalam aturan dan aplikasinya selama PPDB," tambah Mustijat.

Penyidik Unit Tipikor juga tidak perlu meminta perhitungan uang Pungli, karena perkara ini bagian dari perkara sebelumnya. Barang bukti uang perkara Pungli yang pertama masih akan digunakan untuk perkara lanjutan ini. Namun sejauh ini semua terperiksa masih berstatus sebagai saksi, dan belum ada tersangka.

"Kami tinggal menyesuaikan saja dengan perkara pertama, karena ini masih terkait. Bagaimana penyidik mencari otak pelaku," tegas Mustijat.

Sebelumnya dua guru SMPN 2 Tulungagung ditangkap Satgas Saber Pungli saat melakukan pungutan liar (Pungli) dalam pelaksanaan PPDB 2017. Keduanya adalah Supraptiningsih dan Rudy Bastomi. Petugas menemukan uang Rp 33,5 juta dari orang tua calon siswa, agar anaknya diterima di SMPN 2 Tulungagung.

Keduanya kemudian menjadi tersangka dan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Supraptiningsih diputus bersalah dan dihukum penjara selama 10 bulan dan denda Rp 5.000.000 subsider satu bulan penjara, dipotong masa tahanan.

Sementara Rudy Bastomi diputus hukuman penjara selama satu tahun dua bulan dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan, dipotong masa tahanan.

Pengadilan juga memerintahkan untuk mengusut keterlibatan Kepala SMPN 2 Tulungagung, yang disebut sebagai pemberi perintah Pungli itu.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved