Situbondo

Diduga Korupsi Uang Persediaan, Bendahara Dan Staf DPRD Situbondo Dijebloskan Penjara

Penahahan kedua tersangka setelah berkas penyidikan dinyatakan P21 atau sempurna dan penyidik menggunakan haknya untuk melakukan penahanan.

Diduga Korupsi Uang Persediaan, Bendahara Dan Staf DPRD Situbondo Dijebloskan Penjara
suryamalang.com/Izi Hartono
Dua tersangka dugaan penyimpangan UP DPRD Situbondo, KL dan IW saat dibawa petugas Kejaksaan menuju Rutan Situbondo, Rabu (14/11/2018) 

SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Bendahara dan staf DPRD Situbondo akhirnya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Situbondo, Rabu (14/11/2018). Kedua staf DPRD masing masing berinisial IW dan Kl ditahan  karena dugaan korupsi penggunaan Uang Persediaan ( UP) tahun anggaran 2017 yang menyebabkan kerugian negara mencapai sebesar Rp 403 juta.

Dengan mengenakan baju putih dan hitam, kedua tersangka itu dibawa penyidik kejaksaan ke Rutan Situbondo dengan menggunakan mobil warna hitam.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sitibondo, Aditya Wardhana SH membenarkan penahanan dua staf DPRD Situbondo.

Menurutnya, penahahan kedua tersangka setelah berkas penyidikan dinyatakan P21 atau sempurna dan penyidik menggunakan haknya untuk melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari.

"Dalam waktu dekat ini, berkas perkaranya akan kita limpahkan ke pengadilan Tipikor Surabaya," kata Aditya kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, pengacara salah seorang tersangka, Reno Widigyo SH mengatakan, pihaknya menjadi kuasa hukum tersangka IK berdasarkan penunjukan dari kejaksaan.

Menurut Reno, kasus yang menjerat IK itu berkaitan dengan kedudukannya sebagai bendahara di kantor DPRD Situbondo.

Dari hasil pemeriksaan, kata Reno, setiap ada rencana kegiatan di Banmus, tersangka KL selalu meminta anggaran kepada IW selaku bendahara. Akan tetapi, oleh saudara KL tidak di SPJ kan secara lengkap dan sisa anggarannya tidak dikembalikan ke kas bendahara. Sehingga menjadi temuan pihak Inspektorat Pemkab Situbondo.

"Kita tidak akan mengupayakan penangguhan penahanan karena besok berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan tipikor Surabaya. Kita nanti akan mengupayakan pembelaan secara maksimal," kata Reno Widigyo.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved