Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Kesadaran Warga Kabupaten Malang Soal Sampah Masih Minim

Pandangan kolot soal sampah menjadi penyebab sulitnya mengajak masyarakat bergabung dalam kegiatan bank sampah.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Korwil Bank Sampah Kabupaten Malang atau Ngalam Waste memasarkan produk daur ulah sampah kepada pengunjung dalam Gelar Daur Ulang dan Update Data Bank Sampah se Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Rabu (14/11/2018) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kesadaran mengenai pengolahan sampah di Kabupaten Malang masih rendah.

Pandangan kolot soal sampah menjadi penyebab sulitnya mengajak masyarakat bergabung dalam kegiatan bank sampah.

( Baca juga : Pria Asal Malang Terlibat Peredaran Narkoba Jaringan Mojokerto )

“Mindestnya masih  ‘sampah kok digunakan, itu kan kotor. Dibakar di belakang rumah kan selesai’,” terang Siti Susilowati, Ketua Korwil 7 Bank Sampah Kabupaten Malang atau Ngalam Waste Bank kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/11/2018).

Siti sduah melakukan berbagai usaha penyadaran, mulai sosialisasi sampai inovasi menabung sampah dapat sembako.

( Baca juga : Akibat Jalin Hubungan Terlarang, Janda Ini Buang Bayinya di Pinggir Rumah Warga di Kediri )

“Setelah itu baru mereka mulai mau ikut,” tambahnya.

Awalnya bank sampah yang dikelolanya hanya memiliki 15 nasabah.

( Baca juga : Hanya Butuh 5 Detik, Komplotan Curanmor Asal Jember Ini Biasa Mencuri Motor di Surabaya )

“Kini ada sekitar 500 nasabah yang tersebar di 11 bank sampah di korwil 7,” kata Siti.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved