Malang Raya
Kesadaran Warga Kabupaten Malang Soal Sampah Masih Minim
Pandangan kolot soal sampah menjadi penyebab sulitnya mengajak masyarakat bergabung dalam kegiatan bank sampah.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kesadaran mengenai pengolahan sampah di Kabupaten Malang masih rendah.
Pandangan kolot soal sampah menjadi penyebab sulitnya mengajak masyarakat bergabung dalam kegiatan bank sampah.
( Baca juga : Pria Asal Malang Terlibat Peredaran Narkoba Jaringan Mojokerto )
“Mindestnya masih ‘sampah kok digunakan, itu kan kotor. Dibakar di belakang rumah kan selesai’,” terang Siti Susilowati, Ketua Korwil 7 Bank Sampah Kabupaten Malang atau Ngalam Waste Bank kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/11/2018).
Siti sduah melakukan berbagai usaha penyadaran, mulai sosialisasi sampai inovasi menabung sampah dapat sembako.
( Baca juga : Akibat Jalin Hubungan Terlarang, Janda Ini Buang Bayinya di Pinggir Rumah Warga di Kediri )
“Setelah itu baru mereka mulai mau ikut,” tambahnya.
Awalnya bank sampah yang dikelolanya hanya memiliki 15 nasabah.
( Baca juga : Hanya Butuh 5 Detik, Komplotan Curanmor Asal Jember Ini Biasa Mencuri Motor di Surabaya )
“Kini ada sekitar 500 nasabah yang tersebar di 11 bank sampah di korwil 7,” kata Siti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korwil-bank-sampah-malang-atau-ngalam-waste-memasarkan-produk-daur-ulah-sampah-kepada-pengunjung.jpg)