Blitar

Pedagang Pasar Legi Kota Blitar Datangi Kantor Diperindag, Pertanyakan Pembatalan Relokasi

Pedagang mempertanyakan alasan Disperindag membatalkan pelaksanaan relokasi pedagang yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Pedagang Pasar Legi Kota Blitar Datangi Kantor Diperindag, Pertanyakan Pembatalan Relokasi
suryamalang.com/Samsul Hadi
Ketua Forum Komunikasi Revitalisasi dan Pemanfaatan Pasar Legi, Suhani, usai berdialog dengan Kepala Disperindag Kota Blitar, Arianto, Jumat (16/11/2018) 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah pedagang Pasar Legi mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Jumat (16/11/2018). Mereka meminta kejelasan soal pelaksanaan relokasi pedagang.

Para pedagang ditemui langsung Kepala Disperindag Kota Blitar, Arianto. Mereka berdialog dengan kepala Disperindag soal rencana pembangunan Pasar Legi. Pedagang mempertanyakan alasan Disperindag membatalkan pelaksanaan relokasi pedagang yang dijadwalkan akhir tahun ini.

"Tidak ada solusi, semua masih mengambang. Kami kecewa dengan batalnya proses relokasi yang seharusnya dilaksanakan akhir tahun ini," kata Ketua Forum Komunikasi Revitalisasi dan Pemanfaatan Pasar Legi, Suhani, usai berdialog dengan kepala Disperindag.

Suhani mengatakan, padahal Pemkot Blitar sudah mengalokasikan anggaran untuk relokasi pedagang tahun ini. Tetapi, tanpa ada sosialisasi dan alasan yang jelas tiba-tiba Pemkot membatalkan pelaksanaan relokasi. "Kami tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan, padahal kami sudah ada forum," ujarnya.

Selain itu, kata Suhani, pedagang juga mendapat informasi anggaran untuk pembangunan Pasar Legi dicicil. Sesuai rencana pembangunan Pasar Legi dilaksanakan dalam setahun dengan anggaran Rp 50 miliar di APBD 2019.

Tetapi, pedagang mendapat kabar alokasi anggaran untuk pembangunan Pasar Legi yang diusulkan di APBD 2019 hanya Rp 35 miliar. Sedangkan sisanya Rp 15 miliar akan dianggarkan di perubahan APBD 2019.

"Kalau seperti itu berarti Pemkot tidak konsisten dengan hasil pertemuan bersama pedagang sebelumnya. Dalam pertemuan sebelumnya, Pemkot berjanji anggarannya utuh Rp 50 miliar dan pembangunannya selesai satu tahun. Pelaksanaan relokasi pedagang akhir tahun ini," katanya.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Arianto mengakui sesuai rencana relokasi pedagang memang dilaksanakan akhir tahun ini. Disperindag juga sudah mengalokasikan anggaran Rp 695 juta untuk merelokasi pedagang. Tetapi, pelaksanaan relokasi batal karena DPRD tidak memberi izin.

"Dewan merekomendasi agar proses relokasi tidak dilaksanakan akhir tahun ini. Kami mengikuti saja, kami hanya pelaksana teknis," katanya.

Soal anggaran pembangunan Pasar Legi, kata Arianto, Disperindag mengusulkan sebesar Rp 50 miliar. Usulan itu sudah sesuai rencana kerja dan anggaran (RKA) Disperindag. Dia belum tahu berapa nilai anggaran yang disetujui dalam pembahasan APBD 2019 nanti.

"Yang kami usulkan nilainya tetap Rp 50 miliar. Kami juga belum tahu berapa yang disetujui, sekarang masih pembahasan. Saya juga baru tahu info soal anggaran itu dari pedagang," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Blitar, Arianto mengatakan Pemkot Blitar batal merelokasi pedagang Pasar Legi akhir 2018 ini. Pemkot Blitar masih menunggu hasil amdal lalu lintas di tempat relokasi para pedagang.

Menurutnya, relokasi pedagang dilakukan pada awal 2019. Untuk tempat relokasi, sesuai permintaan pedagang berada di sekitar Pasar Legi. Tapi, untuk menentukan titik tempat relokasi, masih menunggu hasil amdal lalu lintas. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved