Malang Raya

Istilah-Istilah Asing Harus Diindonesiakan Agar Bertahan

Sarjana Bahasa Inggris juga memiliki sumbangsih agar meng-Indonesia-kan bahasa asing. Jadi Bahasa Indonesia tetap bisa dipertahankan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI, Drs Muh Abdul Khak MHum saat di UMM Dome, Selasa (27/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, DAU - Perkembangan media sosial dan media arus utama membuat serapan istilah bahasa asing cukup banyak.

Sarjana Bahasa Inggris juga memiliki sumbangsih agar meng-Indonesia-kan bahasa asing tersebut.

Jadi Bahasa Indonesia tetap bisa dipertahankan.

Sekretaris Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI, Drs Muh Abdul Khak MHum mengatakan perlu penyikapan jika istilah asing dibiarkan, terutama bahasa asing di tulisan atau di ruang publik.

“Kalau lisan saja tidak masalah, mungkin karena langsung terucap.”

“Beda dengan tulisan. Pasti kan dipikirkan dulu,” kata Abdul Khak kepada SURYAMALANG.COM.

Akhirnya serapan bahasa asing sudah banyak yang di-Indonesia-kan, misalnya incumbent menjadi petahana, atau hastag menjadi tagar, dan sebagainya.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved