Kabar Bojonegoro
Mengenal Kelompok Sekar Rinambat, Pembuat Batik asal Bojonegoro
Untuk batik cap harganya juga bervariatif, untuk yang biasa harganya Rp 150 ribu, sedangkan untuk yang lebih bagus lagi Rp 175 ribu.
Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Di sebuah rumah terbuat dari bangunan kayu terlihat aktifitas beberapa orang sedang membatik.
Pada bentangan kain berwarna dasar putih, beberapa motif cetakan ditekan di atas kain atau biasa disebut batik cetak. Selebihnya untuk pewarnaan dasar menggunakan kuas.
Beberapa pembatik juga melakukan teknik dengan alat canting atau dikenal batik tulis. Meski tak sedominan batik cap.
Itulah yang biasa dilakukan setiap harinya oleh anggota kelompok Sekar Rinambat, di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Meski hanya beranggotakan lima orang, namun ketekunan kelompok tersebut patut diapresiasi. Sebab, mereka terus berkarya dengan usaha yang digelutinya tersebut.
"Hanya lima orang anggotanya, kami tetap membatik, meski pasang surut produksinya," kata Ketua Kelompok Sekar Rinambat, Tri Astuti (33).
Dia menjelaskan perjalanan kelompoknya hingga sekarang, bermula pada pelatihan membatik yang difasilitasi Pertamina EP Cepu (PEPC) di tahun 2016 yang diikuti lima orang.
Pelatihan itu pun ditekuninya sampai sekarang, hingga berbuah pada produksi.
"Awalnya diikutkan pelatihan oleh PEPC, lalu kami niati untuk produksi," ujarnya sambil menguaskan pewarna pada kain.
Didampingi anggota kelompoknya, Tri juga mengungkapkan jika setiap hari setidaknya ia mampu memproduksi tiga potong kain batik.
Produksinya bisa bertambah jika memasuki waktu tertentu, misal pembuatan seragam guru pada awal tahun atau ada event lainnya.
"Produksi bisa bertambah jika banyak pesanan, kalu hari biasa cukup tiga saja, yang penting produksi jalan," terangnya.
Perempuan berkerudung itu menambahkan, untuk batik cap harganya juga bervariatif, untuk yang biasa harganya Rp 150 ribu, sedangkan untuk yang lebih bagus lagi Rp 175 ribu.
Hasil atau keuntungan yang didapat juga terbilang cukup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk barang, baik kain, tinta dan bahan-bahan lainnya kita ambil dari Solo," pungkasnya mengakhiri.
Selain memproduksi batik, kelompok Sekar Rinambat juga memproduksi tas, namun tidak menjadi prioritas