Senin, 27 April 2026

Malang Raya

'Brain Wash' ASN, Revolusi Mental ala Wali Kota Malang

Brain wash menjadi bagian dari 99 hari kerja Walikota Malang Sutiaji dan wakilnya Sofyan Edi Jarwoko. Brain wash dalam hal ini dimaksudkan untuk...

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

“Sebenarnya tidak ada beban psikolog, karena ASN memang pekerjaannya pelayanan. Barangkali yang perlu ditingkatkan adalah persoalan integritas. Kalau kita memiliki integritas moral, secara otomatis kita bekerja itu sebagaimana kalau kita membutuhkan orang lain,” ujarnya.

Beban moral bagi seorang ASN adalah ketika dia tidak maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, menurut Sayekti, hal-hal standar seperti senyum, sapa dan salam harus sering dibiasakan.

“Senyum salam sapa yang standar, itu kadang tidak semua orang bisa menerapkan dalam jam kerja. Sementara tuntutan di ruang kerja, kalau yang bersifat pribadi dikesampingkan dulu,” terangnya.

Ia juga mendorong agar Walikota Sutiaji bisa memberikan contoh langsung kepada bawahannya. Menurut Sayekti, seorang pemimpin seperti dalam jabatan walikota, selain melayani masyarakat juga melayani bawahannya.

“Ketika pimpinan itu menunjukkan satu contoh yang positif, aura positif itu secara otomatis mengikuti bawahannya. Jangan segan memotivasi, tidak sekadar kata-kata dan himbauan, pimpinan harus turun ke bawah,” kata Sayekti. 

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved