Liga Indonesia
Nama Vigit Waluyo dan PS Mojokerto Putra Disebut-Sebut Soal Match Fixing, Ini Komentar Internal Klub
Nama Vigit Waluyo dan PS Mojokerto Putra (PS MP) dimunculkan dalam acara Mata Najwa yang membahas isu match fixing
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Nama Vigit Waluyo kembali dimunculkan dalam isu match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia demikian juga dengan klub PS Mojokerto Putra.
Nama Vigit Waluyo dan PS Mojokerto Putra (PS MP) dimunculkan dalam acara Mata Najwa yang membahas isu match fixing dan peran PSSI bagi sepak bola Indonesia, Rabu (28/11/2018).
Menariknya, Vigit Waluyo kini masuk dalam jajaran manajemen PS Mojokerto Putra (PS MP).
Nama Vigit Waluyo secara terbuka disebut olah Bambang Suryo, salah satu nara sumber di acara Mata Najwa.
Baca: Jadwal Persela Lamongan Vs Persib Bandung, Tuntaskan Rekor Raja Kandang & Dendam Laga Tandang
Baca: Hasil Skor PSV Eindhoven Vs Barcelona Liga Champions 1-2, Lionel Messi Berperan di 2 Gol Barca
Baca: Pelatih Ingin Arema FC Sapu Bersih Dua Laga Sisa, Modal Menatap Kompetisi Musim Depan
Di segemen terpisah dalam acara itu juga sempat dibahas dan ditayangkan video soal dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Aceh United Vs PS Mojokerto Putra di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11/2018).
Pertandingan Aceh United Vs PS Mojokerto Putra di Liga 2 2018 sempat jadi viral karena ada eksekusi penalti Krisna Adi yang nampak secara sengaja digagalkan dengan menyepak bola ke arah samping.
Pentolan Supporter PSMP Curva Sud, Wahyu Hermawan mencurigai adanya praktik pengaturan skor dalam pertandingan tersebut.
"Menurut opini saya seperti itu (ada pengaturan skor) tidak tahu kalau yang lain. Ada wayang pasti ada dalangnya. Tapi apapun yang terjadi mereka tetap orang-orang yang mengabdi dan mencoba memberikan yang terbaik untuk warga Mojokerto," tandasnya.
Presiden Klub PS Mojokerto Putra Firman Efendi, mengatakan dirinya mengevaluasi hal itu.
"Ke depan saya akan mengevaluasi semua jajaran terkait hal itu," katanya, Sabtu (24/11/2018).
Firman akan mengevaluasi tim usai gelaran Piala Indonesia. Sebab, Tim berjuluk The Lasmojo (Laskar Mojopahit) itu masih menyisahkan satu pertandingan.
"Setelah Piala Indonesia kami akan evaluasi," singkatnya.
Terkait tendangan penalti Krisna Adi yang gagal membuahkan gol, dirinya menjelaskan masih tak tahu menahu. Sebab, dirinya masih belum mendapat keterangan dari pelatih maupun pemain.
Firman menambahkan, jika terbukti ada permainan di dalam laga PSMP melawan Aceh United dirinya tak segan untuk merombak seluruh jajaran tim.
"Jika memang ada permainan kami tidak bisa gunakan lagi di tahun 2019. Harus dibongkar semua," tegasnya.