Selebrita
Kondisi Anak Marcella Zalianty yang Idap Tumor Otak 8 Tahun, Terancam Lumpuh Bila Gagal Operasi
Begini kondisi terbaru anak Marcella Zalianty yang mengidap tumor otak selama 8 Tahun, terancam lumpuh bila gagal operasi, ini kata sang Nenek
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Pada Selasa (26/6/2018) lalu, Happy Salma mengunggah foto Marcella yang sedang menatap Magali, yang tengah terbaring sakit.
Dalam unggahan itu, Happy memberi doa harapan untuk kesembuhan Magali.
"Sembuh sayang Magali,
Ketabahan seorang ibu untuk permata hati tiada duanya."
Hanya itu yang dituliskan oleh Happy, namun tentu dukungannya untuk sang sahabat amat besar.

Sementara dalam acara Rumpi yang tayang di Jumat, (14/8/2018), Marcella Zalianty menceritakan semua pengalamannya menghadapi dan mendampingi anaknya melawan tumor otak.
• Ramalan Zodiak Virgo Jumat 21 Desember 2018, Saatnya Untuk Bersinar
• Siswa SMKN 5 Surabaya Hilang di Gunung Arjuno, Ini Pengakuan Guru Sekolah
• Cawapres Sandiaga Uno Berziarah Ke Makam Kyai Ageng Mohamad Besari Tegalsari Ponorogo
Ia mengatakan kalau yang penyakit yang diderita Magali bukan termasuk kanker atau tumor ganas.
Melainkan ada sebuah cairan yang cukup besar berada di kepala dan mendorong otak anaknya.
Marcella Zalianty menjelaskan kalau penyakit yang diderita anaknya harus mendapat penanganan cepat saat itu juga.
Selain itu, Ia juga menceritakan awal mula Magali divonis tumor otak ketika Ia sempat terjatuh di usia 7 bulan.
Sebelum menerima vonis tersebut, muncul gejala-gejala yang umum seperti penyakit flu, demam anak dan semacamnya.
Tentu bukan hal mudah bagi Marcella Zalianty mendampingi Magali yang biasanya terlihat lincah mendadak terbaring di atas kasur.

Ia juga menceritakan, Magali sempat melewati fase tidak bisa berjalan karena efek penyakitnya tersebut.
"Dia (Magali) kan ngga bisa jalan suddenly, dari super aktif tiba-tiba ngga bisa jalan, bisa bayangin kan? dan tiba-tiba ngomongnya jadi susah, padahal dia lagi cerewet-cerewetnya," ujar Marcella Zalianty.
Saat melewati fase tersebut, Ananda Mikola justru yang lebih panik dan memikirkan anaknya.