Kabar Surabaya

Muhammadiyah Jatim Tegaskan Tak Ikut Jaga Gereja saat Natal, Ini Pertimbangannya

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jatim tidak akan menurunkan personilnya untuk ikut mengamankan gereja.

Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Dr M Saad Ibrahim (kanan) bersama Prof Dr Thohir Luth memberi penjelasan pasca pembekuan PDM Kota Kediri di RSM Muhammadiyah, Sabtu (24/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim memastikan bahwa Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jatim tidak akan menurunkan personilnya untuk ikut mengamankan gereja dalam rangka hari raya Natal 2018 ini.

Menurut Saad, pengamanan tersebut merupakan tugas aparat kepolisian sedangkan tugas dari Kokam sendiri lebih ke pengamanan acara internal Muhammadiyah.

"Kita juga tidak usah berlebihan dalam konteks mengamankan natal atau segalanya,  karena justru mencerminkan seolah negara ini dalam situasi yang mencekam hingga semuanya ikut menjaga," kata Saad saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (24/12/2018).

Selain itu, dengan banyaknya ormas yang turun mengamankan gereja akan menimbulkan banyak tafsir salah satunya adalah seolah-olah aparat kepolisian tidak mampu menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, menurut Saad jika pada hari raya Natal pengamanan gereja dilakukan oleh banyak ormas, maka pada hari raya umat agama yang lain pengamanan serupa juga harus diterapkan.

Hal tersebut untuk menghilangkan anggapan bahwa umat Nasrani seolah menjadi sasaran kelompok radikal.

"Selain itu, kalau kita hidup di kawasan mayoritas muslim, relatif juga tidak akan terjadi hal yang merusak, dan kita ini hidup dengan non muslim itu sudah berabad abad dan tidak terjadi apa-apa," ucap Saad.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved