Kabar Kediri
Jaksa Periksa Dua Pedagang Buku-buku Riwayat Gerakan Kiri di Pare, Kediri
Kedua pengelola toko buku yakni Yudi pemilik Toko Buku Ageng dan Helton pemilik Toko Buku Abdi.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Dua pemilik toko buku di Jl Brawijaya, Pare, Kabupaten Kediri yang menjual buku-buku riwayat gerakan kaum Kiri, telah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Jumat (28/12/2018) petang.
Kedua pengelola toko buku yakni Yudi pemilik Toko Buku Ageng dan Helton pemilik Toko Buku Abdi.
Kedua pemilik toko buku yang masih bersaudara itu mengaku mendapatkan sekitar 20 pertanyaan dari jaksa yang melakukan pemeriksaan.
"Ada 20 pertanyaan seputar buku-buku yang diamankan petugas," ungkap Helton, usai diperiksa petugas kejaksaan.
Pemeriksaan juga dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk kedua pemilik toko buku.
Sementara Kajari Kabupaten Kediri Subroto saat dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan dua pemilik toko buku yang memperjual belikan buku-buku beraliran kiri.
"Pemeriksaan untuk keperluan pulbaket," jelasnya.
Sementara terkait kajian buku-buku aliran kiri masih perlu waktu.
"Jadi tidak bisa seminggu, dua minggu. Harus dikaji di tingkat pusat. Apakah buku-buku bisa beredar di masyarakat atau dilarang kami belum bisa berkomen," ungkapnya.
Seperti diberitakan, buku-buku yang sejak lama beredar luas itu sebenarnya tidak banyak peminat.
Buku-buku beraliran kiri yang diamankan aparat keamanan dari dua toko buku di Jl Brawijaya, Pare, Kabupaten Kediri merupakan buku yang tidak populer. Malahan sudah setahun dipajang tidak ada yang membeli.
"Dibandingkan dengan buku-buku novel, buku tentang PKI dan komunisme kurang laku. Sudah hampir setahun kami panjang tidak ada yang membeli," ungkap Helton, pemilik Toko Buku Abdi kepada SuryaMalang.com, Jumat (28/12/2018).
Dijelaskan, sejumlah buku yang diamankan petugas merupakan buku terbitan penerbit besar. Seperti buku Gerwani diterbitkan penerbit Gramedia.
Sedangkan buku Dibawah Lentera Merah diterbitkan penerbit Bentang. Sejumlah buku yang diterbitkan penerbit Narasi seperti Islam Sontoloyo, Negara Madiun dan Isme-isme Yang Mengguncang Dunia juga ikut diamankan.
"Buku-buku kami yang diamankan sudah dibuatkan berita acara oleh petugas kejaksaan. Kami juga telah diajak rapat koordinasi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/buku-sejarah-gerakan-kiri-pare-kediri-komunis.jpg)