Kamis, 9 April 2026

Kabar Madiun

Diduga Minta Motor Tak Dituruti, Pelajar SMP Di Madiun Nekat Gantung Diri

Saat ditemukan, korban sudah meninggal dalam kondisi leher terjerat tali tampar biru diikat di batang bambu rangka kamar mandi.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Ilustrasi Jenazah 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Diduga kecewa tidak kunjung dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya, seorang pelajar berinisial TAS (14) nekat mengakhiri hidupnya, Senin (7/1/2019). Warga Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kapolsek Balerejo, AKP Nugroho ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa gantung diri itu, pertama kali diketahui oleh ibu korban, SW (44).

Saat ditemukan, korban yang duduk di bangku SMP sudah meninggal, dalam kondisi leher terjerat tali tampar biru, yang diikat di batang bambu rangka kamar mandi.

"Sekitar pukul 05.00 WIB, ibu korban saat akan ke kamar mandi mengetahui korban telah tergantung di batang bambu di tembok kamar mandi," kata AKP Nugroho.

Mengetahui anaknya gantung diri, ibu korban kemudian memanggil suaminya, untuk menurunkan anaknya, kemudian menghubungi Polsek Balerejo.

Nugroho menambahkan, diduga korban sakit hati lantaran keinginannya tidak dituruti oleh orangtuanya. Selain itu, menurut keterangan orangtua korban, TAS juga memiliki riwayat gangguan mental.

"Informasinya seperti itu, minta sepeda motor. Tapi itu sudah lama," katanya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal dunia murni gantung diri, karena terdapar ciri-ciri seperti orang gantung diri.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved