Breaking News:

Kabar Sidoarjo

KPU Sidoarjo Coret Satu Caleg Gerindra, Tersandung Ijazah Palsu

Pencoretan ini setelah pihaknya menerima salinan petikan putusan dari Mahkamah Agung dan hasil kordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur.

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - KPU Sidoarjo resmi mencoret seorang calon legislatif (Caleg) dari partai Gerindra. Yakni M Rifai, caleg nomor urut satu di Dapil Sukodono-Taman.

Ketua KPU Sidoarjo, Mochammad Zaenal Abidin menjelaskan, pencoretan ini setelah pihaknya menerima salinan petikan putusan dari Mahkamah Agung dan hasil kordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur.

"Sudah resmi dicoret. Tapi nanti nama tersebut tetap akan ada di surat suara dalam Pileg 2019," kata Zaenal, Rabu (23/1/2019).

Itu karena waktu sudah dekat dan partai yang bersangkutan tidak bisa menggantinya dengan nama caleg lain. Jika dalam Pileg nanti nama tersebut ada yang mencoblos, menurut dia, suaranya akan dimasukkan ke dalam suara partai.

"Mekanisme dan aturannya demikian. Suara yang memilih nama tersebut secara otomatis masuk menjadi suara partai," tandasnya.

M Rifai adalah Wakil Ketua DPRD Sidoarjo non aktif yang tersandung kasus ijazah palsu. Dia maju sebagai Caleg dalam Pileg 2019, sementara kasus tersebut masih dalam proses hukum.

Di tingkat Kasasi, Rifai dinyatakan bersalah. Dalam putusan bernomor register 593 K/PID.SUS/2018, MA mengeluarkan dua keputusan. Yakni menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan menolak perbaikan kasasi yang diajukan M. Rifai.

Dalam keputusan yang ditetapkan tanggal 3 Desember 2018 itu, MA menguatkan putusan PN Sidoarjo. Yaitu Rifai ditetapkan bersalah dan harus menerima hukuman satu tahun percobaan.

Atas putusan ini, KPU Sidoarjo berkirim surat ke MA meminta penjelasan terkait putusan kasus tersebut. Senin kemarin, KPU Sidoarjo menerima surat berisi petikan putusan tersebut.

Dari situ kemudian KPU Sidoarjo konsultasi dengan KPUD Provinsi Jatim. Hasilnya caleg yang tersangkut kasus pidana harus dicoret, seseuai Peraturan KPU (PKPU).

Dikatakan Zaenal, keputusan pencoretan Rifai itu sudah disampaikan ke partai. "Rabu hari ini, surat pemberitahuan disampaikan ke Partai," tukasnya.

Terpisah, Kayan selaku Wakil Ketua I DPC Gerindra mengatakan, partai belum mengambil keputusan atau tindakan atas hal itu. Sebab, sejauh ini pihaknya belum menerima keputusan dari PN dan KPU.

Selain tercoret namanya dari pencalegan, Rifai juga terancam dicoret dari kursi dewan gara-gara kasus tersebut.

Namun, Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan mengaku, dewan belum bisa berkomentar dan mengambil langkah apapun karena sejauh ini belum menerima pemberitahuan atau surat terkait itu.

"Kami belum mendapat surat resmi atau petikan putusan MA. Jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa," tutur Wawan, Panggilan Sullamul Hadi Nurmawan.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved