Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Kabar Jember

Tiga Dari Empat Korban Tewas Septic Tank Di Jember Masih Keluarga

Dua orang korban meninggal adalah ayah dan anak. Keduanya, Amir (51) dan Imam (19). Sementara Ahmad Khoiri (28) adalah keponakan Amir.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Lubang Septic Tank maut menewaskan empat orang di garis polisi di Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Korban meninggal dunia di lubang pembuangan kotoran manusia (septic-tank) di Dusun Krajan Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi, Jember, saling memiliki hubungan kekerabatan. Bahkan, dua orang korban meninggal adalah ayah dan anak. Keduanya, Amir (51) dan Imam (19). Sementara Ahmad Khoiri (28) adalah keponakan Amir. Dan Nuryani (43) adalah tetangga dari ketiga orang tersebut.

Menurut Ketua RT 01 RW 2 Dusun Krajan, Sanjoyo, Imam merupakan anak kedua Amir. "Amir itu memiliki empat orang anak. Anak keduanya Imam ikut menjadi korban. Sedangkan Ahmad itu keponakan Pak Amir. Ahmad ini masih punya anak bayi yang usianya kurang dari dua tahun. Kalau Bu Nur (Nuryani) janda dan tinggal bersama ibunya," kata Sanjoyo kepada Suryamalang.com.

Amir, Ahmad, dan Imam tewas saat berusaha menolong Nuryani yang terjatuh di lubang septic-tank. Peristiwa itu terjadi, Jumat (1/2/2019) sore sekitar pukul 15.30 Wib.

Ketika itu Dusun Krajan Desa Karangpring baru saja dilanda hujan. Selepas hujan, sekitar pukul 15.30 Wib, Nuryani hendak mandi. Dia mengambil handuk yang dijemur di jemuran bambu di samping kamar mandinya. Di tempat itu pula, terdapat lubang septic-tank. Lubang pembuangan kotoran manusia itu tak berjarak jauh dari kamar mandi dan WC.

Saat menginjak semen cor penutup septic-tank, tiba-tiba penutupnya jebol. Terdengar bunyi 'bluss' saat penutup septic-tank ambrol. suara itu terdengar sampai ke rumah adik Nuryani yang rumahnya berdekatan dengan rumah Nuryani.

Sang adik, Rohima kemudian mencari asal suara. "Cukup lama mencari itu suara apa, dikiranya suara orang kesetrum listrik. Sekitar 15 menitan baru diketahui kalau Bu Nur terjatuh di lubang septic-tank itu," kata Sanjoyo.

Orang yang kali pertama berusaha menolong adalah Amir (51). Amir turun ke lubang tersebut memakai tangga kayu. Kedalaman septic-tank itu sekitar 3 meter. Bibir septic-tank ke permukaan atas kotoran sekitar 2,5 meter. Lubang septic-tank itu sendiri sempit, hanya sepanjang 50 centimeter atau seukuran manusia dewasa.

Saat berusaha menolong, Amir lemas dan akhirnya terjatuh. Melihat itu, Ahmad, keponakan Amir berusaha menolongnya. Dia masuk ke lubang memakai tali tampar. Namun tak lama setelah masuk ke lubang, Ahmad pun lemas. Terakhir, anak Amir, Imam berusaha menolong.

"Imam yang terakhir berusaha menolong. Dia sudah memakai penutup hidung dan mulut, namun ketika dia masuk ke lubang juga langsung lemas. Saya lihat dia lemas. Saya juga hendak masuk menolong tapi sama orang-orang ditahan. Ketika itu warga kami sudah banyak. Karena kondisi tidak memungkinkan menolong sendiri, akhirnya kami lapor ke Polsek Sukorambi," tutur Sanjoyo.

Sekitar pukul 16.30 Wib, Sanjoyo melapor ke Polsek Sukorambi. Jajaran Polsek Sukorambi langsung mendatangi lokasi kejadian. Sekitar pukul 17.00 Wib lebih, tim reaksi cepat BPBD dan Basarnas bersama tim SAR gabungan mendatangi lokasi. Begitu juga tim identifikasi Polres Jember dan dokter dari Puskesmas Sukorambi dan PMI Jember.

Evakuasi berlangsung mulai pukul 18.00 Wib. Pukul 18.21 Wib, tim evakuasi berhasil menemukan tubuh Imam, berlanjut dengan tubuh Ahmad Khoiri, kemudian Nuryani dan terakhir pukul 19.20 Wib, tim menemukan tubuh Amir. Keempatnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved