Kabar Sumenep
Pria 80 Tahun Terbunuh karena Isu Dukun Santet di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep
Suadin, pria 80 tahun asal Desa Kolo-kolo Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mati dibunuh orang tak dikenal. Ada dugaan, dia korban f
SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Suadin, pria 80 tahun asal Desa Kolo-kolo Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mati dibunuh orang tak dikenal. Ada dugaan, dia korban fitnah dukun santet.
Suadin tewas bersimbah darah di sebuah kamar belakang rumahnya, Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 23.45 Wib.
Sehari-harinya, dia bekerja sebagai petani. Rumahnya menghadap ke selatan, di tengah perkampungan, sekitar 200 meter dari rumah Kepala Desa (Kades).
Orang sekitarnya curiga, suami Jahri itu memiliki ilmu hitam hanya karena sering datang lewat mimpi jelek.
"Semua warga sudah tahu, Suadin memiliki ilmu santet karena pernah datang lewat mimpi jelek ke keluarga yang meninggal sebelumnya," kata warga Desa Kolo Kolo yang namanya minta tak disebutkan.
Lain lagi pendapat Kepala Desa Kolo-kolo, Zaini.
"Saya tak bisa menjelaskan ini terkait santet," kata Zaini.
Dia menyebut, kematian warganya itu karena dibunuh pakai benda tajam.
"Tewasnya kena parang itu," kata Zaini.
• Sadis! Pembunuh Tega Hancurkan Wajah Pria 80 Tahun di Kecamatan Arjasa, Sumenep
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Mohamad Heri, membenarkan, korban Suadin dibunuh karena isu santet.
"Itu hasil keterangan dari warga sekitar, dan dari penyelidikan Polsek Arjasa bahwa korban diduga memiliki ilmu santet," kata Heri.
Mantan kapolsek Sumenep kota itu mengatakan, penyelidikan akan terus dikembangkan. Ali Hafidz Syahbana