Kabar Surabaya

Bosda Madin Jatim Meningkat 30 Persen, Gubernur Khofifah: Siap Cair Maret

Masyarakat khususnya dari kalangan pesantren dan pendidikan diniyah tak perlu khawatir atau termakan isu Bosda Madin dihapus oleh Pemprov Jatim.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

SURYAMALANG.COM,  SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa bantuan operasional sekolah daeran (Bosda) untuk madrasah diniyah (Madin) akan cair bulan Maret mendatang.

Ia menekankan masyarakat khususnya dari kalangan pesantren dan pendidikan diniyah tak perlu khawatir atau termakan isu bahwa bosda madin dihapus oleh Pemprov Jawa Timur.

"Insya Allah bulan Maret Bosda Madin cair. Kalau perlu kami akan serahkan secara simbolik pencairan Bosda Madin di madrasah tertentu," kata Khofifah, Rabu (20/2/2019).

Tidak hanya cair,  Khofifah menyatakan, Bosda Madin yang diturunkan dari APBD Pemprov Jawa Timur tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sehingga dari cakupan penerima manfaat juga akan lebih luas. Ia berharap, pencairan dana Bosda Madin ini akan meningkatkan kualitas pendidikan diniyah di lingkungan pesantren.

"Ploting anggarannya sudah ada. Nilainya lebih besar dibandingkan tahun lalu," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Khofifah, pemberian dana bantuan untuk madrasah berupa Bosda Madin ini menjadi salah satu program Khofifah yaitu program Pendidikan Gratis dan Berkualitas.

Khofifah dan Emil Dardak yang baru saja dilantik pada tanggal 13 Februari 2019 lalu itu berkomitmen untuk memberikan pemererataan pemberian fasilitas untuk pendidikan diniyah. Yaitu dengan peningkatan Bosda Madin.

"Selain Bosda Madin, juga kami siapkan untuk Beasiswa S2 untuk guru Madin. Sekarang sudah jalan, kami sudah jajaki perguruan tinggi seperti UIN Maulana Malik Ibrahim juga sudah sudah kita datangi, kuota di sana berapa untuk menerima guru madin yang mau S2 dan juga perguruan tinggi yang lain," katanya.

Dengan harapan kualitas pendidikan di madrasah bisa meningkat, dan lulusan madrasah diniyah Jawa Timur juga bisa lebih berkualitas.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan, Bosda Madin memang meningkat dibandingkan dengan tahun 2018.

Dimana jumlah cakupan madrasah yang menerima dana Bosda Madin lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu.

"Volumen cakupan yang menerima Bosda Madin meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Namun untuk besarannya tetap yaitu Rp 15 ribu persiswa dan Rp 300 ribu untuk honor gurunya," kata Saiful Racahman.

Bosda Madin dicairkan Pemprov Jawa Timur untuk madrasah diniyah baik ula maupun wustha. Dan untuk tahun 2019 ini siap dicarikan pada awal bulan Maret mendatang.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved