Malang Raya

Mantan Rektor UMM jadi Tim Penasehat Jokowi Berkunjung ke Balai Kota Malang, Ini yang Dibahas

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu ditemui Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
humas
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Profesor Abdul Malik Fadjar berkunjung ke Balai Kota Malang, 21 Februari 2019. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Profesor Abdul Malik Fadjar berkunjung ke Balai Kota Malang, 21 Februari 2019.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 1983—2000 itu ditemui Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Kunjungan professor yang juga mantan Menteri Agama itu membahas mengenai revitalisasi dan revalidasi Balai Latihan Kerja dalam menyongsong era digital dan ekonomi kreatif.

Hadir pula dalam pertemuan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Malang, Abdul Malik, beserta sejumah kepala dinas.

Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan,  angka pengangguran terbuka di Kota Malang cukup tinggi di Jawa Timur. Hal itu disebabkan karena mahasiswa tidak meninggalkan Kota Malang setelah selesai kuliah.

Padahal di sisi lain, mereka masih belum mendapatkan pekerjaan. Beberapa di antaranya juga membangun keluarga di Kota Malang.

Kehadiran profesor berusia 79 tahun itu diharapkan bisa memberikan solusi dan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan yang luas di Kota Malang.

"Bukan saja menyampaikan permasalahan yang sedang terjadi di daerah, namun juga memberikan masukan-masukan terhadap program kegiatan kepada Pemerintah Pusat," tegas Edi.

Profesor Malik Fadjar menjelaskan bahwa tugas Wantimpres adalah memberikan pertimbangan dan nasihat kepada Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, Wantimpres mengadakan kunjungan kerja untuk melakukan revatilisasi dan revalidasi balai latihan kerja dalam menyongsong era digital dan ekonomi kreatif.

Dan sejalan dengan perkembangan IPTEK serta era industri 4.0 dipandang perlu dilakukan revitalisasi dan revalidasi BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada agar kualitas tenaga kerja kita juga semakin meningkat.

“Harus mengubah paradigma dan orientasi, untuk menyelamatkan diri sendiri. Malang sebetulnya sudah tumbuh sejak lama bahkan sejak awal-awal kemerdekaan, sudah ada balai kerja di Singosari,” ungkap Profesor Malik.

Profesor Malik juga mendorong agar Pemkot Malang melakukan konsolidasi dan networking dengan seluruh instansi yang ada di Kota Malang, maupun luar Kota Malang. Hal itu akan membantu para pelajar mendapatkan peluang pekerjaan.

“Tidak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya singkat.

 Dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni  menyampaikan kepada Profesor Malik bahwa di Kota Malang sektor pariwisata, terutama hotel, restoran, menempatkan tenaga-tenaga lulusan sekolah vokasi khususnya SMK.

Dari lulusan yang ada, belum semuanya bisa tertampung dengan baik pada hotel dan restoran di Kota Malang karena belum memenuhi beberapa persyaratan untuk masuk di sektor tersebut.

"Semoga apa yang telah kami sampaikan mampu mendapatkan solusi terbaik dari Pemerintah Pusat" tutur Ida Ayu. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved