Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Sudah Empat Hari, Air PDAM Mampet di Dinoyo dan Tlogomas, Warga Tidak Mandi

Sudah empat hari sejak Minggu (24/2/2019) Air PDAM di sekitar wilayah Dinoyo dan Tlogomas Kota Malang mampet.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
hayu yudha prabowo - suryamalang.com
GANGGUAN DISTRIBUSI AIR - Warga mengantre mendapatkan air bersih dari mobil tangki PDAM di Jalan Kerto Pamuji, Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (25/2/2019). Gangguan distribusi air PDAM akibat bencana longsor membuat aliran air PDAM di sejumlah wilayah di Kota Malang terganggu. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sudah empat hari sejak Minggu (24/2/2019) Air PDAM di sekitar wilayah Dinoyo dan Tlogomas Kota Malang mampet.

Mampetnya air PDAM itu dikarenakan adanya kerusakan saluran pipa PDAM akibat tanah longsor yang melanda jurang Susuh, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu.

Hal itu menyebabkan aktifitas warga menjadi terganggung.

Seperti yang dialami oleh Yudi Suwarno (50) warga Jalan Kertopamuji RT 06 RW 02 Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (edgar)

Ia mengaku, seharian ini belum mandi dikarenakan truk PDAM pada hari ini Rabu (27/2) tidak datang.

"Dua hari kemarin truk PDAM ini datang, tapi seharian ini belum juga datang, padahal sudah ditunggu-tunggu oleh warga," ucapnya.

Dalam mencukupi kebutuhan air bersih bagi keluarganya, Yudi telah menampung air dari truk PDAM yang datang pada hari sebelumnya.

"Ini masih ada sisa air kemarin, tapi ya gitu, saya harus mengalah, karena untuk kebutuhan memasak juga. Jadi saya hanya berwudhu saja di Musholla," ujarnya.

Kata Yudi, selain menunggu bantuan air dari truk PDAM, warga di sekitaran Kertopamuji juga menimba air dari sumur.

Meskipun begitu, warga harus rela mengantri karena hanya ada dua sumur yang ada di wilayah tersebut.

"Di sini sumurnya hanya dua, jadi warga harus mengantri," imbuhnya.

Sementara itu, mampetnya air PDAM juga dirasakan oleh warga yang berjualan di sekitaran Kertopamuji.

Nur Wahyuni (51) pemilik warung makanan yang berjualan di sana mengatakan, gara-gara air PDAM mampet, membuat dirinya kesulitan ketika memasak ataupun menyuci piring.

"Jadi kami harus hemat air, apalagi saat mencuci piring, itu kan membutuhkan air yang cukup banyak. Untuk itu kami menandon air," ucapnya.

Meskipun demikian, sejak Senin (25/2) Nur mengaku, bahwa Air PDAM sudah mengalir walaupun tidak lancar.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved