Rumah Politik Jatim

Diduga Lakukan Kampanye Di Tempat Ibadah, Dua Caleg Dilaporkan Ke Bawaslu Lamongan

Keduanya dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran Pemilu dengan melakukan kampanye di Masjid Desa Kuripan Kecamatan Babat Lamongan.

Diduga Lakukan Kampanye Di Tempat Ibadah, Dua Caleg Dilaporkan Ke Bawaslu Lamongan
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Samsul Arif saat melaporkan dua caleg yang diduga melakukan tindak pidana Pemilu ke Kantor Bawaslu Lamongan, Kamis (28/02/2019). 

SURYAMALANGCOM, LAMONGAN - Dua orang Calon Legislatif (Caleg) dari Partai NasDem dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Lamongan. Mereka satu Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur berinisial EW dan satu Caleg DPRD Kabupaten Lamongan berinisal M.

Keduanya dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran Pemilu dengan melakukan kampanye di Masjid Dusun Mojosari Desa Kuripan Kecamatan Babat Lamongan.

Pelapor, Samsul Arif mengatakan, kedua caleg tersebut telah melakukan kampanye di salah satu tempat ibadah, Minggu, (24/2/2019) lalu. "Keduanya mengajak untuk memilih dan mencoblos mereka," kata Samsul, saat melaporkan di Kantor Bawaslu Lamongan, Kamis (28/2/2019).

Menanggapi laporan tersebut, Amin Wahyudin, Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lamongan mengatakan, pihaknya segera melakukan kajian awal. "Paling lambat dua hari setelah laporan diterima," katanya.

Pada kajian awal itu nanti yang menentukan apakah syarat formil dan materiilnya terpenuhi atau tidak. Dilanjutkan  dengan menentukan kategori jenis pelanggarannya.

Berdasarkan laporan yang diterima, jika nanti pada pembuktian ada unsur pelanggaran, maka pasal yang dikenakan pasal 280 ayat 1 huruf H, tentang larangan kampanye di tempat ibadah dan UU Pemilu pasal 521.

"Ya, kalau terbukti, maka sanksi yang dikenakan adalah penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 24 juta," ungkapnya.

Saat ini, pihak Bawaslu Lamongan telah mengantongi sejumlah nama saksi dan barang bukti dugaan pelanggaran pemilu tersebut. Caleg tersebut juga mengacungkan dua jari dihadapan para jamaah.

"Jadi pelapor atas nama Samsul Arif ini mengetahui bahwa kedua caleg ini menggelar kampanye, dengan dibuktikan beberapa lembar foto kegiatan mereka sebagai bukti pengaduan ke Bawaslu Lamongan," jelas Amin Wahyudin.

Saksi dan barang bukti itu yang akan dijadikan pijakan untuk menentukan langkah proses hukum selanjutnya.
Bawaslu akan panggil kedua caleg untuk dimintai keterangan

Sesuai aturan PKPU, Bawaslu mempunyai waktu 14 hari untuk memeriksa kedua caleg. Sejak hari pertama dilaporkannya ke Bawaslu Kabupaten.

"Kami mempunyai waktu 14 hari untuk mengklarifikasi pelaporan ini, dan akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan termasuk para saksi yang mengetahui dugaan pelanggaran itu," tutur Amin Wahyudin. 

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved