Breaking News:

Kabar Bojonegoro

16 Siswi SMP-SMA di Bojonegoro jadi Korban Sopir Truk, Foto-fotonya Setengah Bugil Beredar

PENGEDIT FOTO BUGIL. Belasan siswi di Bojonegoro jadi korban Eko Purwanto (34), warga Desa Beji Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: yuli
Huffington Post
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Anggota Satreskrim Polres Bojonegoro membekuk pria bernama Eko Purwanto (34), warga Desa Beji Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.

Pria yang diketahui merupakan sopir itu ditangkap atas kasus penyebaran video bugil editan, dan diamankan saat berada di rumahnya, Minggu (24/2/2019).

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, pelaku ditangkap karena diduga telah menyebarluaskan foto yang tidak pantas. 

Eko sengaja mendownload foto-foto gadis belia antara usia 14 tahun hingga 16 tahun, melalui akun Facebooknya.

Kemudian foto dari gadis tersebut diedit dan disebar ke nomor WhatsApp para korban, dengan tujuan untuk mengancam. 

"Jadi mengambil foto di Facebook para korban yang notabenenya masih pelajar, lalu diedit setengah bugil," ujar Kapolres saat pers release, Senin (4/3/2019), siang.

SOPIR TRUK SEMPRUL - Eko Purwanto (34), warga Desa Beji Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.
SOPIR TRUK SEMPRUL - Eko Purwanto (34), warga Desa Beji Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. (Mochamad Sudarsono - SuryaMalang.com)

Ary menjelaskan, usai mengedit foto setengah telanjang, kemudian pelaku ini menghubungi para korban untuk diajak video call melalui WhatsApp.

Sebab sebelumnya korban sudah diancam karena fotonya dikirim lebih dulu. Pelaku mendapat nomor korban dari data Facebook. 

Bahkan jika korban tidak mau menuruti, pelaku akan menyebar luaskan foto itu ke media sosial.

"Saat video call, Eko ini membayangkan hal yang aneh-aneh ke korban, hanya untuk hasrat seksualnya," Terangnya.

Bahkan dari hasil penyidikan petugas, jumlah korban yang sudah diedit fotonya ada 16 orang, 14 di antaranya merupakan pelajar SMP dan SMA.

Aksi Eko berakhir saat salah satu korban yang diajak video call menolak dan memilih melaporkan karena merasa diancam.

"Salah satu korban didampingi ibunya melapor ke Polres. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU ITE dan Pasal 29 UU No 4 tentang Pornografi serta UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara itu, pelaku mengaku menyesal atas tindakannya yang telah mengedit foto para korban, yang umumnya masih pelajar.

"Saya minta maaf kepada korban, saya menyesal atas apa yang saya perbuat," kata Eko sambil tertunduk malu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved