Malang Raya

69 WNA di Kota Malang Punya E-KTP, Ini Penjelasan Dispendukcapil

Sebanyak 69 Warga Negara Asing (WNA) di Kota Malang tercatat memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

69 WNA di Kota Malang Punya E-KTP, Ini Penjelasan Dispendukcapil
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Ilustrasi E-KTP 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 69 Warga Negara Asing (WNA) di Kota Malang tercatat memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Mayoritas WNA tersebut telah tinggal untuk bekerja dan menempuh pendidikan selama lima tahun.

“Total ada 69 WNA, baik dosen, pekerja di sektor swasta, maupun mahasiswa,” kata Eny Hari Sutiarny, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (5/3/2019).

Menurutnya, kepemilikan E-KTP bagi 69 WNA itu sah dan sesuai Pasal 63 UU 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

“Jumlah WNA tersebut paling banyak berasal UIN Maulana Malik Ibrahim, dan Universitas Brawijaya (UB),” tambahnya.

Meskipun memiliki e-KTP, status kewarganegaraan 69 WNA tersebut bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

Jadi saat Pemilu 2019, 69 WNA itu tidak mempunyai hak suara.

“Saya sudah memberikan data kependudukan tentang WNA di Kota Malang kepada KPU.”

“Jadi petugas KPU pasti sudah tahu,” katanya.

Dalam Pasal 63 UU 24/2013 tentang kependudukan, WNA yang telah memiliki izin tinggal tetap (ITAP) dan berusia di atas 17 tahun wajib memiliki e-KTP.

ITAP adalah jenis izin tinggal untuk WNA yang berlaku selama 5 tahun dan dapat terus diperpanjang.

“ITAP bisa diurus di Kantor Imigrasi setempat,” terang Eny.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved