Rumah Politik Jatim

Di Surabaya, Ketum PAN Zulkifli Hasan Serukan 12 Perintah Bela Rakyat Dan Bela Umat

Pemilu bukan sekadar hajat lima tahunan yang menjadi perhatian para politisi, namun juga sekaligus menentukan arah kehidupan masyarakat kedepan.

Di Surabaya, Ketum PAN Zulkifli Hasan Serukan 12 Perintah Bela Rakyat Dan Bela Umat
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, saat menghadiri Forum Pikiran Akal dan Nalar di Surabaya, Selasa (5/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, mengingatkan pentingnya pemilu bagi rakyat Indonesia. Pemilu bukan sekadar hajat lima tahunan yang menjadi perhatian para politisi, namun juga sekaligus menentukan arah kehidupan masyarakat kedepan.

Hal ini disampaikan pria yang yang disapa Zulhas ini kala menghadiri Forum Pikiran Akal dan Nalar di Surabaya, Selasa (5/2/2019). Acara roadshow yang digelar atas kerjasama PAN dengan lembaga survei Polmark Indonesia ini diikuti oleh ratusan politisi partai berlambang matahari bersinar ini.

"Bagi Partai Amanat Nasional dan bagi kita semua, 17 April (hari pemungutan suara) mendatang bukanlah sekadar peristiwa melubangi surat suara. Pada 17 April adalah hari penentuan masa depan bangsa," kata Zulhas di hadapan peserta pertemuan, Selasa (5/3/2019).

"Lebih dari 100 juta pemilih akan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara dan membuat keputusan penting tentang masa depan Indonesia, masa depan kita dan masa depan rakyat Indonesia," kata pria yang juga menjabat Ketua MPR RI ini.

Oleh karena itu, pemilu bukanlah hari besar bagi para calon anggota legislatif atau partai politik serta calon presiden dan wakil presiden saja. Lebih dari itu, pemilu menjadi ajang bersejarah untuk menentukan arah bangsa.

"Boleh juga kita katakan pemilu menjadi ajang referendum untuk menentukan arah masa depan Indonesia. Kita mau terus seperti ini, atau penuh harapan baru yang akan memutuskan 17 April mendatang," katanya.

Menurutnya, pemilu bukan sekadar soal sukses atau gagal meraih kursi atau merebut jabatan publik. Bagi PAN, pemilu adalah peristiwa sakral serah terima jabatan di antara warga negara dengan para calon pejabat publik lembaga eksekutif dan legislatif.

"Dalam peristiwa ini warga negara memberikan mandat atau amanat kepada para para calon pejabat publik yang mereka pilih. Lalu, pejabat publik yang terpilih berkewajiban mengemban amanah atau amanat itu dalam jabatannya," katanya.

Oleh karena itu, PAN memahami Pemilu sebagai peristiwa serah terima amanat dari rakyat kepada legislatif terpilih. "Melalui pemahaman itu, PAN merumuskan sukses Pemilu 2019, di dua hal," jelasnya.

Sukses yang pertama, PAN mendapatkan dukungan dari rakyat sebesar-besarnya di Pemilu 2019 dengan diwujudkan melalui berhasil meraih kursi sebanyak-banyaknya. "Tetapi itu hanya sukses di satu sisi saja," imbuhnya.

"Sukses yang lainnya, harus disertai oleh sukses mengemban amanat mulia dari rakyat sepanjang 5 tahun selepas pencoblosan. Pada 17 April mendatang bukan hanya target suara dan kursi, tapi PAN ada bagi rakyat dan menjadi pembela mereka," tegasnya.

Secara khusus, Zulhas merangkumnya dalam 12 Perintah Bela Rakyat dan Bela Umat. Pada acara ini, juga dihadiri oleh pengamat politik, Rocky Gerung dan Pengamat Politik Dari Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved